Sepatu bekas yang kerap disebut dengan istilah sepatu rojer, burjer atau monza itu menjadi pilihan bagi pembeli sepatu. Di kota Pematangsiantar Sumatera Utara dagangan itu dijajakan di pasar pada siang hari dan di emperan toko pada malam harinya.
Dagangan ini pun kian banyak dimintai oleh masyarakat selain karena harganya yang lebih murah, kwalitasnya juga cukup lumayan. Kamis(5/9) sekitar pukul 21:00 WIB, kru Newscorner.id pun mengunjungi Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar, salah satu lokasi para pedagang menggelar jualannya.
Setiap harinya menjelang malam para pedagang mulai memadati ruas jalan sekitaran Jalan Imam Bonjol, sekitaran Pusat Pasar Tradisional, Pasar Horas Jaya (PHJ) Kota Pematangsiantar. Para pedagang sepatu dan pakaian bekas pun mulai menjajakan barang daganganya mulai dari pukul 20:00 WIB.
Menurut pedagang, mereka rata-rata memperoleh keuntungan dari hasil penjualnya mencapai Rp100.000.
“Ya kalau untungnya sekitar 100 ribuan perpasang sepatu bang,” kata M Samosir.
Agar tidak mengganggu fasilitas umum seperti jalan, para pedagang hanya memajangkan dagangannya di pinggir jalan bahkan ke lokasi trotoar. ” Kami juga nggak mau jalanan menjadi macet makanya kita pakai yang di pinggir,” ujar mereka yang telah hampir setahun berjualan di lokasi.
Sementara beberapa orang pembeli mengaku sangat terbantu dan memang meminati sepatu monja dimana menurut mereka sepatu yang dibeli tidak kalah bagus dengan yang ada di toko, bahkan harga jual pedagang masih terbilang murah sehingga tak jarang masyarakat setiap harinya datang ke lokasi untuk mencari sepatu dan baju bekas yang sesuai dengan pilihanya.
” Tadi saya baru beli sepatu hanya Rp.100.000 rupiah, merek nike, kalau melihat dari bentuk dan kondisinya, ya murahlah. Kalau di toko tadi mungkin harganya sudah 200.000 ribuan bang kan untung, makanya kami sering kemari melihat lihat dan jika ada yang cocok kami beli,” kata Boy Situmorang.( Hendri )




Discussion about this post