Dalam menanggapi insiden pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap anggota polisi Bripka Joel Gultom, yang terjadi pada rabu(11/9) sore kemarin, Daulat Sihombing, SH, MH. Advokat dari Sumut Watch Siantar, mengatakan perkara yang terjadi terbilang terlalu kecil. Di mana menurutnya polisi mempunyai senjata, mempunyai organisasi yang kuat dan mempunyai hukum untuk menegakkan keadilan bagi setiap pelanggar hukum. Menurutnya juga kasus pemukulan yang terjadi menjadi menarik kenapa masyarakat berani melakukan pemukulan terhadap polisi.
“Sebenarnya itu kasusnya perkara kecil, karena polisi Punya kekuatan besar untuk melakukan tindakan apapun terhadap sipelanggar hukum, dan kita harapkan polisi juga harus menegakan itu, menangkap pelaku, supaya tidak macam-macam kepada aparat penegak hukum. Tapi sebaliknya polisi juga harus koreksi, dong, apa yang salah kenapa polisi dipukul oleh masyarakat. Jangan-jangan itu tadi, masyarakat ini melihat semakin merosot wibawanya karena prilaku oknum oknum, atau dugaan dugaan jual beli hukum, pungli atau suap,” kata Daulat.
Ini indikasi yang kuat bahwa wibawa polisi, semakin merosot di hadapan masyarakat. Kenapa semakin merosot, mungkin juga karena faktor human eror atau mungkin faktor oknum polisinya yang tidak mampu berperan di tengah masyarakat secara beriwibaya , sebagai petugas dan aparat penegak hukum. atau mungkin juga karena seringnya masyarakat ini melihat tindakan tindakan hukum yang dipermainkan oleh aparat sehingga semakin lama masyarakat tidak percaya lagi kepada aparat.
“Merosotnya wibawa penegak hukum di mata masyarakat, karena sering mereka lihat misalnya terjadinya, jual beli hukum, tangkap lepas atau tindakan sewenang wenangan. Dan terlepas harus di tindak tegasnya sipelaku pemukulan ini, polisi juga harus Intropeksi. Polisi juga harus melakukan otokritik, menjadikan kasus seperti ini untuk penguatan himbauan terhadap masyarakat,” ujar Daulat
“Jadi jangan terhenti hanya melihat misalnya rakyat itu melakukan pemukulan adalah satu pelanggaran hukum, namun di sisi lain jadikanlah ini koreksi atau internal di institusi polisi,” sebutnya.
Ditambahkannya lagi, “Kenapa ya mereka semakin berani, jangan jangan prilaku polisi itu, atau praktek praktek yang tangkap lepas sewenang wenang, suap , pungli membuat mereka semakin tergerus ke bawah”. ( Hendri )




Discussion about this post