Lembaga Berantas Buta Al Quran adalah Lembaga yang bersifat Sosial Keagamaan dan sudah berdiri selama dua tahun. Pimpinan Umum Lembaga Berantas Buta Al Quran Kota Pematangsiantar, Setiawan Gultom SPd, memiliki visi misi kedepan untuk peduli dan itu terlihat dari beberapa program yang akan dikerjakan.
“Lembaga Berantas Buta Al Quran adalah Lembaga Bersifat Sosial Keagamaan yang sudah 2 Tahun berdiri. Adapun program yang sudah dilakukan diantaranya Magrib Ber Iqra (Magrib Mengaji) yang dilakukan di Masjid/Musolla Siantar dan Sekitar. Ada juga Madrasah Sore (MDA) memanfaatkan Gedung yang di pinjam pakai dari Masyarakat, dan ada juga Taman Belajar khusus Anak Yatim serta santunan Anak Yatim bulanan. Sumber dana berasal dari donatur yang peduli dengan kegiatan Keagamaan,” ucapnya melalui pesan singkat WhatsApp. Selasa (15/10/2019).
Festival Magrib Ber Iqra menjadi ajang tahunan oleh Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) Kota Pematangsiantar. Pada tahun 2030 akan di gelar dengan Salawat Seribu Santri Bina BBQ.
Fesival kali ini si ikuti lebih dari 1500 Anak anak Bina BBQ yang terdiri dari 34 Masjid/Musolla Magrib Ber Iqra Siantar dan sekitar dan 2 Madrasah Sore (MDA) BBQ serta satu Sangar Belajar Islam BBQ.
“Event/Festival ini khusus bina BBQ saja, guna melihat perkembangan adik-adik binaan BBQ. Event ketiga yang di lakukan Lembaga BBQ yang mana menjadi acuan tahun bagi Pengurus dan Guru bina,” terang Setiawan.
Wiwin selaku Ketua Panitia Festival, menjelaskan beberapa kegiatan yang akan dibawakan pada Festival tersebut.
“Beberapa pertandingan akan diadakan yang diantarnya Sholat Subuh, Ayat Pendek, Adzan Mewarnai dan lainnya. Insha Allah persiapan panitia sudah matang untuk Event/Festival kali ini. Kami juga berharap Doa dari masyarakat Siantar sekitar,” Tutup Wiwin.(Dedi Damanik)




Discussion about this post