Ibrohim Sumbayak, seorang pemuda berusia 20 tahun yang sehari-hari hari bekerja sebagai kernet truk Dinas Kebersihan Kota Siantar, Minggu (27/10) ditemukan tewas dengan posisi tergantung di seputaran Jalan Rondahaim Kelurahan Tanjung Pinggir, Siantar Martoba.
Informasi yang dihimpun di lokasi, pria tersebut nekat bunuh diri lantaran putus hubungan kekasih (PHK) dengan pacarnya. Penemuan jenazah Ibrohim membuat gempar warga sekitar dan segera datang berduyun-duyun memenuhi kawasan rumah Ibrohim.
Rahman Sumbayak (67) orangtua korban mengaku terkejut mendapat kabar bahwa putra bungsunya itu sudah tewas karena gantung diri.
“Tadi pagi sempat kuliat anakku itu berangkat kerja. Dia kerja di Dinas Kebersihan Siantar sebagai kernet mobil sampah,” katanya.
Rahman pun mengaku tak menaruh curiga apa-apa dan langsung meninggalkan rumah.
“Ada kerabat yang mengabari bahwa anak ku sudah gantung diri di rumah pakai kabel charger handphone. Kaget kali aku, langsung cepat aku pulang ke rumah,” ungkapnya.
Menurut Rahman, putranya itu menjerat lehernya dengan kabel charger yang diikat di plafon rumah, diduga menggunakan kursi plastik yang terlihat terjatuh di sekitar jenazahnya.
Sementara itu, Punguan (37)–rekan kerja Ibrohim–mengatakan, bahwa temannya tersebut belakangan mengaku sering bertengkar dengan pacarnya.
“Biasanya, dia itu baik. Ramah kali pun warga sini. Kalau masalah asmara, dia sering saya lihat pergi jalan dengan pacarnya Boru Siagian itu. Dia kerja di salah satu SPBU Kota Siantar ini,” bebernya.
“Pokoknya, nggak nyangka lah, kalau dia nekat gantung diri. Memang terakhir saya lihat sendiri, dia sama pacarnya itu sering bertengkar. ya mungkin karena diputuskan sama pacarnya itu, makanya dia nekat bunuh diri. Karena ku lihat status dia di Sosmed-nya selalu galau dengan ceweknya itu bang,” lanjutnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah personel Polsek Siantar Martoba dan Sat Reskrim Polres Siantar melakukan olah TKP bersama Tim Inafis. Selanjutnya petugas mengevakuasi jasad Ibrohim dari tali gantungannya.
Beberapa menit kemudian, jenazah pemuda itu langsung dibawa petugas ke Unit Forensik dan Instalasi Jenazah RSUD Djasemen Saragih untuk dilakukan otopsi.
Namun sesampainya di ruang jenajah, jenazah akhirnya hanya dilakukan visum setelah pihak keluarga meminta polisi dan rumah sakit untuk tidak melakukan otopsi, karena sudah menerima bahwa Ibrohim memang meninggal dunia karena gantung diri.
Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultom membenarkan permintaan keluarga Ibrohim tersebut. “Ya, tadi ada kejadian gantung diri. Korban saat ini masih menjalani visum luar. Tadi petugas juga sudah di TKP. Korban diduga mengakhiri hidupnya lantaran baru putus cinta dengan pacarnya,” ucapnya.




Discussion about this post