Tan Siok Tjien, istri almarhum Surya Wonowidjojo pendiri PT Gudang Garam Tbk tutup usia dan sudah dikebumikan di pemakaman keluarga, kompleks pabrik PT Gudang Garam Tbk, Selasa 27 Oktober 2020, pukul 11.00 WIB.
Miliarder terkaya ketiga di Indonesia itu meninggal dunia di usia 91 tahun, pada Minggu 25 Oktober 2020 di Kediri, Jawa Timur. Tan Siok Tjien merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Bloomberg Billionaire Index mencatat, harta kekayaan Tan Siok Tjien mencapai 5,96 miliar dollar AS per Selasa (27/10/2020). Jumlah ini setara Rp 87,92 triliun (kurs Rp 14.752 per dollar AS).
Susilo Wonowidjojo, anak ketiga dari Surya Wonowidjojomenyampaikan, sepanjang hidup, almarhumah telah memberikan teladan terbaik tentang nilai-nilai perusahaan yang terus dilestarikan hingga kini. Sebagaimana yang telah dicontohkan pula oleh pendiri perusahaan Bapak Surya Wonowidjojo.
“Segenap pimpinan dan karyawan PT Gudang Garam Tbk akan terus melanjutkan nilai-nilai tersebut. Yaitu, dengan senantiasa bekerja keras demi kemajuan perusahaan serta kesejahteraan bersama. Keluarga Besar Almarhumah juga berterima kasih atas segenap perhatian, bantuan, serta penghormatan yang diberikan semua pihak hingga pemakaman almarhumah Ibu Tan Siok Tjien yang kami cintai bersama,” sebutnya kepada wartawan.
Sosok Tan Siok Tjien bukanlah orang baru di industri bisnis. Namun, siapa sangka Tan Siok Tjien juga sering masuk daftar orang terkaya di Indonesia dan dunia.
Dikutip berbagai sumber, berikut 5 fakta tentang Tan Siok Tjien:
1. Istri pendiri Gudang Garam
Tan Siok Tjien merupakan istri mendiang pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo. Perusahaan Gudang garam didirikan tahun 1956 di Kediri.
Awalnya, perusahaan ini memproduksi rokok linting yang terbuat dari daun jagung. Pada tahun 1958, ketika perusahaan makin besar, namanya diganti menjadi Pabrik Tjap Gudang Garam.
2. Mewarisi kekayaan mendiang suami
Dalam laman Bloomberg Billionaires Index dijelaskan bahwa Tan Siok Tjien mewarisi kekayaan dari mendiang suaminya. Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, meninggal pada tahun 1985.
Menurut laporan tahunan 2018, Tan Siok Tjien memiliki saham yang dipegang melalui perusahaan induk Suryaduta Investama dan Suryamitra Kusuma. Usai kepergian sang suami, Gudang Garam dipimpin anak pertama Tan Siok Tjien, Rachman Halim. Rachman meninggal tahun 2008, dan hingga kini jabatan presiden direktur ditempati adiknya, Susilo Wonowidjojo.
3. Pernah menjadi pemegang saham terbesar
Sebelum tahun 1990, Tan Siok Tjien memiliki lebih dari 31 persen perusahaan dan merupakan pemegang saham perorangan terbesar. Tan Siok Tjien terakhir kali tercatat sebagai pemegang saham individu dalam laporan tahunan Gudang Garam tahun 1999, tepatnya sebelum sebagian besar sahamnya dipindahkan ke perusahaan induk.
4. Saham sempat anjlok dan merugi
Pada akhir tahun lalu, saham Tan Siok Tjien sempat dilaporkan anjlok. Hal ini berimbas pada hartanya yang berkurang, Bunda.
Menurut hitungan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Tan Siok Tjien lenyap sekitar US$ 2,27 miliar atau setara Rp36,4 triliun sejak dari awal tahun 2019. Penurunan terjadi karena rencana kenaikan cukai rokok di tahun 2020.
5. Beberapa kali masuk daftar orang terkaya
Pada tahun 2017, Tan Siok Tjien pernah masuk daftar orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index. Saat itu kekayaannya mencapai US$ 9,29 miliar atau setara Rp124 triliun (kurs mata uang saat itu). Ia berada di peringkat 145 dari total 500 miliarder di seluruh dunia.
Nah, di tahun ini, nama Tan Siok Tjien kembali terpilih menjadi orang terkaya di Indonesia. Tan Siok Tjien menempati urutan 280 orang terkaya di dunia dengan harta US$6,96 miliar atau setara Rp98,6 triliun. Jumlah harta Tan Siok Tjien sebenarnya berkurang sebesar US$855 juta sejak awal tahun ini.




Discussion about this post