“Jika AirAsia membuka rute internasional, maka itu akan membuat potensi Bandara Silangit semakin terbuka. Terkait agenda kunjungan ini, petinggi AirAsia nantinya akan menggunakan pesawat AirAsia charter flight Bombardier Type Global Express. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Silangit pukul 13.00 WIB, dan semoga ini menjadi titik cerah pariwisata Danau Toba ke depannya,” ujar Arie.
Jika nanti penerbangan berhasil dibuka, maka Maskapai AirAsia akan semakin melengkapi rute Maskapai yang menuju Bandara Silangit.
Bandara yang dilengkapi dengan fasilitas Custom, Immigration Quaratine (CIQ) dan landasan pacu dengan panjang 2.650 x 30 meter ini memiliki tingkat kekerasan lancasan (PCN) yang bisa mengakomodasi pesawat sekelas Airbus A320 dan Boeing 737-800.
Maskapai-maskapai domestik dan internasional ini yang membuka rute ke Silangit diharapkan secara kontinu terus menerus membawa wisatawan ke Danau Toba.
Arie memaparkan, makin banyaknya rute penerbangan ke Bandara Silangit akan menjadi hal yang sangat penting dan strategis mengingat pemerintah telah mencanangkan Danau Toba sebagai “10 Bali Baru”.
Destinasi Danau Toba ditargetkan bisa secara signifikan membawa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara dapat mencapai angka sejuta orang pada akhir tahun 2019.
Untuk mencapai angka kunjungan 1 juta Wisman tersebut tentu saja dibutuhkan destinasi pariwisata kelas dunia dan bandara yang berkelas internasional.
Dengan penerbangan internasional langsung menuju Danau Toba, tentu saja objek wisata ini akan menjadi salah satu ‘world class destination’ dan membawa kesejahteraan yang berkelanjutan di bidang pariwisata khususnya untuk masyarakat sekitar Danau Toba.




Discussion about this post