Musim libur segera tiba, banyak pilihan tempat berlibur menarik dengan biaya yang relatif terjangkau di Sumatera Utara. Salah satunya di Pulau Samosir yang berada di Kawasan Danau Toba.
Hanya dengan membayar sebesar 100 ribu rupiah saja, pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan di pulau yang disebut-sebut kepingan surga itu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir telah menyiapkan transportasi massal. Dua unit bus pariwisata siap mengantarkan pengunjung mengelilingi Pulau Samosir.
.”Tarifnya sangat terjangkau, hanya 100 ribu sudah termasuk tiket ke objek wisata. Jadi sangat mudah menikmati pariwisata di Samosir,” sebut Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga, saat peresmian bus pariwisata milik Pemkab Tobasa oleh Menteri Pariwisata.
Juang mengatakan pemberangkatan bus pariwisata dimulai dari Pasar Onan Baru, Pangururan. Pemandian Aek Rangat menjadi tempat pertama yang dituju. Lalu, bus akan mengantarkan wisatawan ke Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan hingga ke Gedung Geopark Toba.
Dari sana selanjutnya pengunjung akan bus menuju ke Sipitu Dai, Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata dan Bukit Holbung. Perjalanan pun akan berakhir di Pasar Onan Baru.
Sejumlah destinasi yang dituju wisatawan akan dilayani dengan 2 bus pariwisata yang siap beroperasi.
Wisatawan juga tidak perlu tergesa-gesa dalam menikmati destinasi pada titik tertentu.
Asiknya lagi, wisatawan tak harus berangkat dari satu destinasi ke destinasi yang lain dengan bus yang ditumpangi diawal keberangkatan.
Pengunjung bisa menunggu bus berikutnya yang diklaim akan tiba selama 2 jam sekali.
Pihaknya juga sedang mengupayakan tambahan armada agar waktu tunggu operasi armada bisa lebih dipercepat.
Wisatawan dapat menaiki bus pariwisata milik Pemkab Tobasa lainnya untuk melanjutkan perjalanan.
“Tidak perlu bayar lagi, cukup nampakkan aja tiket yang dibeli diawal saja. Bisa naik bus berikutnya ketempat yang lain lagi,” sambung Juang.
Tujuan dioperasikannya bus pariwisata sebagai penyambung akomodasi berbagai destinasi yang ada di Samosir.
“Kita sadar benar bahwa ada beberapa objek wisata kita yang aksesibilitasnya terbatas. Potensi wisatanya sangat bagus, tapi konektifitas angkutan umumnya terbatas,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Ombang Siboro.
Ombang menambahkan selain destinasi yang menjadi tujuan, pengunjung masih bisa menikmati beberapa tempat lainnya yang ikut dilewati bus. Seperti Lagundi dan Narunggu, Aek na Tonang serta pantai dikawasan Nainggolan.
Diharapkan dengan hadirnya fasilitas terbaru dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samosir.
“Peningkatannya cukup signifikan, bahkan 80 persen bertambah dari 2017 ke 2018. Khusus retribusi pariwisata, tahun 2016 hanya 60 juta, tapi tahun lalu sudah mencapai 1,5 milyar,” pungkas Ombang.




Discussion about this post