Aksi kejahatan yang dilakukan oleh lima pria asal Pematangsiantar ini akhirnya berhasil diungkap Polres Tapanuli Utara.
Lima sekawan ini mengaku melangsungkan aksi kejahatan di Simalungun. Namun meski berhasil mengelabui polisi di Simalungun, mereka akhirnya ditangkap Polres Taput.
Kelima pria asal Pematangsiantar tersebut yakni Rico Sitompul (25)warga perumahan VII baru pematangsiantar, Jonni Walter Tamba (24) warga perumahan Tojai Lama, Satria Sinaga (25) warga Jalan Singosari , Chandra Sinaga (32) warga Jalan Pierre Tendean, Panduwana (27) warga Tojai Baru.
Kelimanya berhasil diamankan anggota sat reskrim Polres Taput pada Sabtu (7/4) sekitar pukul 15.00 WIB, tepatnya di pom bensin Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.
“Semalam kita tangkap di Pom Bensin,”ujar Baringbing.
Katanya, petugas Sat Reskrim berhasil mengamankan tersangka, karena merasa curiga dengan mobil jenis Avanza warna hitam dengan nomor Polisi B 1400 JFG yang mereka kendarai.
Polisi mencurigai, karena ada kemiripan dengan mobil yang di pergunakan pembobol ATM BRI di Silangit pada Sabtu (7/4) sekitar pukul 02.15 WIB dini hari.
Setelah petugas menghentikan mobil tersebut, kemudian menginterogasi kelimanya, serta menggeledah bagasi belakang mobil.
Ketika dilakukan interogasi di lapangan, kelimanya menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan petugas, serta dari bagasi belakang mobil di temukan puluhan kunci-kunci baut dan dua unit bateray basah serta bekas narkoba dari bungkusan rokok.
Melihat keadaan yang mencurigakan, petugas memboyong ke limanya ke Polres Taput untuk dilakukan interogasi.
Setelah dilakukan interogasi di ruangan sat reskrim polres taput, kelimanya mengakui mereka adalah maling spesialis bateray mobil dan bateray tower.
“Mereka mengakui sudah tiga tahun melakukan aksinya dan mereka turun ke Taput karena mau beraksi di wilayah Taput,”tambah Walpon.
Disebutnya, sebelum ke Taput mereka sudah berhasil mencuri bateray di Tiga Runggu Simalungun, lalu di Asahan, Parapat dan Balige.
Hasil curiannya dijual di Siantar dengan harga botot Rp 13.000 Per kg.
Setelah penyidik sat reskrim polres taput mendapat keterangan ke limanya, lalu penyidik menghubungi polres Simalungun.
Merespon hal itu, Polres simalungun mendatangi Polres Taput dan membawa kelimanya untuk di proses di Polres Simalungun, karena laporan pencurian bateray ada di tempat nya.
Kapolres taput AKBP HM SILAEN Mpsi membenarkan penangkapan tersebut.
“Kita akan menyerahkan kelima orang ini ke polres simalungun untuk proses hukumnya. Kita tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan. setelah kita berhasil menangkap dua orang pelaku pembobol ATM BRI di Silangit, kita juga berhasil menangkap spesialis pencuri bateray ini,”bebernya.
Dari kelima orang tersebut polisi menyita barang bukti yang diduga hasil kejahatan, yakni dua unit baterai besar, puluhan kunci-kunci baut, HP, dan satu unit mobil Xenia(POl)




Discussion about this post