Pizza dan Danau Toba sama-sama terkenal. Pizza penganan yang terbuat dari bahan dasar tepung berasal dari Itali dan telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Demikian juga Danau Toba dengan eksotismenya yang kian dikenal dunia.
Pizza telah dikenal oleh masyarakat kuno, berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Pizza yang kita kenal sekarang bermula sekitar tahun 1600, pizza saat itu tidak dilumuri saus tomat diatasnya. Kemudian pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat.
Nah di salah satu kawasan Danau Toba, tepatnya di Jalan Tarutung Balige, Sumatera Utara Sebastian Hutabarat “menikahkan” Pizza dengan Andaliman (bumbu rempah khas batak).
Selain rasanya yang khas dan mengetarkan lidah, Andaliman memang merupakan bumbu yang sangat melekat dengan sejumlah makanan khas batak. Ide sederhana menurut Sebastian Hutabarat.
“Kalau ditanya idenya, ya sederhana saja. Saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat dan menggali potensi yang ada di sekitar kita. Kreatif dan tetap konsisten dengan apa yang kita lakukan. itu saja,” ujar pria yang juga dikenal sebagai salah satu Fotographer ternama itu.
Pizza Andaliman ini sendiri launching sejak Tahun 2014 silam. Sejak dibukanya, ada perubahan yang dilakukan dalam penyajian Pizza Andaliman saat ini.
Awalnya bumbu Andaliman dicampurkan langsung dengan Pizza. Namun dalam perjalanannya menyesuaiakan dengan selera pasar, kini saus andaliman disajikan terpisah.
“Kalau dulu memang dicampur, hanya saja kita melihat konsumen yang ternyata memiliki tingkat kesukaan akan pedas yang berbeda oleh karena itu akhirnya Andalimannya dipisah dijadikan saus,” jelasnya.
Pizza Andaliman ditawarkan dengan dua pilihan toping, yaitu toping sayuran dan juga toping daging. Para penikmat bisa memilih sesuai dengan seleranya, pizza dengan sayuran saja atau daging dan juga bisa dicampur keduanya.
Untuk harganya, Pizza andaliman dijual dengan harga yang relatif bersahabat, pun dengan ukuran yang variatif, per loyang atau per potong.
“Kalau untuk ukuran ada yang dijual perpiece, ada per empat piece dan juga delapan piece dengan harga mulai dari Rp 10ribu hingga Rp 60ribuan, tergantung ukuran mana yang dipilihnya,” terang Sebastian.
Dalam pengolahannya, pengelola memilih untuk menggunakan bahan-bahan sayuran lokal.
“Memang bahan-bahan lokal yang dipertahankan di Pizza Andaliman dan memang hasilnya tidak kalah dengan yang lainnya,” sebutnya.
Keberadaan Pizza Andaliman di Kawasan Danau Toba, kini menambah pilihan kuliner bagi para wisatawan yang datang.
Direktur Badan Pengembangan Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo yang belum lama ini berkunjung ke sana bersama sejumlah petinggi Bank Indonesia Regional Sumatera Utara mengapresiasi ide kreatif dan langkah Sebastian Hutabarat. Selain tempatnya juga menurutny bersih dan nyaman bagi pengunjung.
“Kita apresiasi ide dan semangat saudara Sebastian yang mampu menggali potensi yang ada. Menggabungkan sesuatu yang mendunia dalam citarasa lokal,” ujarnya.
Ia pun berharap ke depan akan lebih banyak tumbuh ide-ide kreatif dari pengusaha lokal dalam menawarkan dan menjual potensi yang ada kepada wisatrawan. BPODT sendiri disampaikannya memiliki sejuml;ah program pembinaan dan pelatihan kepada industri kuliner lokal, mulai dari citarasa hingga pemasarannya.
“Saat ini kunjungan wisatawan dari Malaysia mengalami peningkatan, tiba di bandara itu sekitar jam 11, nah pastinya setelah tiba mereka ingin makan siang dan mencari makanan di kawasan sekitar, Balige contohnya. Maka ada peluang dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan para pengusaha kuliner lokal,” ujar Arie.(Vay)




Discussion about this post