Banyak orang yang mengaku mencintai dan melestarikan kebudayaan, namun sangat sedikit yang benar-benar mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang pemuda di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara berusaha menggugah dan mengajak untuk mencintai kebudayaan dan ikut melestarikannya.
Sejak dua tahun terakhir, Bima Marpaung(22) menekuni usaha kerajinan kayu tersebut. Dari ruang yang terlalu luas dan peralatan seadanya di Jalan Hokky, Kecamatan siantar Barat, Pematangsiantar ia memproduksi sejumlah ukiran kayu bermitif Batak.
Kecintaan Bima terhadap Budaya Batak pun membuatnya merasa harus berbuat hal kecil namun bermanfaat. Ia mengukir beraneka jenis aksesoris berornamen batak, mulai dari tusuk konde sanggul toba, tempat sirih hingga kotak perhiasan.
Ia pun berkomitmen, hasil karyanya tidak meninggalkan apalagi menghilangkan makna dari ornamen aslinya. Niat terus melestarikan kebudayaan lewat buah tangannya agar nilai-nilai budaya itu tak tergerus dan pudar oleh kebudayaaan asing.
Kepada para calon pembeli buah tangannya, Bima selalu menjelasakan makna dan filosopi tiap karyanya.
Kini hasil karyanya kian diminati pembeli, tak hanya dalam kota, sejumlah orderan pun mulai datang dari Jepara, Jogjakarta hingga Bali.
Ke depannya, ia pun mengaku akan terus belajar bentuk dan makna ornamen batak lainnya untuk menambah koleksi aksesoris buatannya dan tetap menjaga kelestarian Budaya Batak. (Armeindo/Vay)




Discussion about this post