Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kembali menunjukkan komitmennya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Kali ini, berbagai layanan pemerintahan dibawa langsung ke tengah warga Kecamatan Bandar Masilam melalui kegiatan pelayanan terpadu yang digelar di Nagori Bandar Rejo, Senin (29/6/2026).
Kehadiran Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Anggota DPRD Simalungun H. Girun dan sejumlah pimpinan perangkat daerah, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Bagi Pemkab Simalungun, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pelayanan terpadu menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat, termasuk yang berada jauh dari pusat pemerintahan, dapat memperoleh pelayanan secara mudah dan langsung.
Di tengah kegiatan, Bupati Anton juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga serta mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Turut hadir Camat Bandar Masilam Ida Royani Damanik bersama unsur Forkopimca, para Pangulu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah nagori di Kecamatan Bandar Masilam.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan serta pembangunan di wilayah kecamatan.
Layanan Administrasi hingga Kesehatan
Beragam pelayanan disediakan dalam kegiatan tersebut. Warga dapat mengakses pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan keluarga berencana tanpa harus datang jauh-jauh ke pusat pemerintahan.
Tidak berhenti pada pelayanan administrasi dan kesehatan, Pemkab Simalungun juga menghadirkan pasar murah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kehadiran pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Simalungun turut ambil bagian melalui kegiatan donor darah.
Dinas Sosial juga memberikan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat dimensi sosial dalam kegiatan pelayanan terpadu.
Warga Titip Aspirasi Perbaikan Jalan
Di balik antusiasme masyarakat mengikuti pelayanan terpadu, persoalan infrastruktur jalan turut menjadi perhatian utama.
Anggota DPRD Simalungun sekaligus tokoh masyarakat, H. Girun, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Anton beserta jajaran yang turun langsung menemui masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung.
Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah perbaikan dan pengaspalan sejumlah ruas jalan. Infrastruktur jalan dinilai menjadi kebutuhan mendasar karena berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat serta kelancaran aktivitas perekonomian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Anton menyatakan memahami kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak.
Namun, ia menjelaskan bahwa pembangunan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas. Hal itu mengingat wilayah Kabupaten Simalungun cukup luas, mencakup 32 kecamatan serta 413 nagori dan kelurahan.
Meski pembangunan dilakukan secara bertahap, Bupati membawa kabar baik bagi masyarakat Bandar Masilam. Sejumlah ruas jalan telah masuk dalam rencana pembangunan dan perbaikan.
Di antaranya, jalan yang menghubungkan Nagori Panambeian menuju Nagori Bandar Tinggi yang berbatasan dengan Kabupaten Batubara. Selain itu, rekonstruksi juga direncanakan pada jalan di Nagori Bandar Rejo, Jalan Anggrek Huta III di Nagori Bandar Silou, serta Jalan Kampung V Huta IV di Nagori Panambeian.
Tak hanya itu, jalan provinsi sepanjang sekitar 2 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Bandar dengan Bandar Masilam juga masuk dalam daftar pengerjaan.
“Saya berharap seluruh pekerjaan ini dapat dilaksanakan dalam tahun ini dan berjalan lancar sesuai jadwal,” ujar Bupati Anton.
Pemerintah Minta Dukungan Masyarakat
Bupati Anton menegaskan, pemerintah daerah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur secara bertahap untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mendukung proses pembangunan, termasuk memberikan dukungan moril serta membantu menciptakan kondisi yang kondusif agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan dengan lancar.
Kegiatan pelayanan terpadu di Bandar Masilam pun menjadi gambaran pendekatan pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Melalui pelayanan yang dihadirkan langsung ke nagori, Pemkab Simalungun berupaya membangun pola pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif.
Di sisi lain, aspirasi warga mengenai infrastruktur menunjukkan bahwa pelayanan publik dan pembangunan daerah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika pemerintah hadir mendengar langsung kebutuhan masyarakat, berbagai persoalan di lapangan dapat dipetakan sekaligus dicarikan solusi sesuai kemampuan dan skala prioritas pembangunan.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus terjaga agar pembangunan dapat berjalan lebih merata dan manfaatnya benar-benar dirasakan hingga pelosok Kabupaten Simalungun.



