Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Balimpel (pedagang kaki lima dan kios tempel) dan Mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan revitalisasi Pasar Horas di Jalan Sutomo persisnya di depan Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih, Selasa (8/5/2018) sekitar pukul 10.30 Wib, dan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga di sana.
Setelah kericuhan dapat diredam, massa kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa ke Kantor Wali Kota Pematangsiantar di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat. Namun kedatangan mereka dihalangi oleh petugas dengan menutup gerbang agar massa aksi unjuk rasa tidak masuk ke dalam.
Imbasnya, pagar Balai Kota Pematangsiantar di Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, tumbang didobrak massa.
Sementara itu, tak satupun perwakilan Pemerintahan Kota Pematangsiantar yang menemui massa aksi yang meminta pembatalan pembangunan balerong di Pasar Horas tersebut.
David Marpaung selaku koordinator aksi dalam kesempatan itu menyampaikan, PD PHJ Pasar Horas Jaya Benny Sitohang telah melanggar rencana pembangunan revitalisasi Pasar Horas. “Pada saat melaksanakan sosialisasi, PD PHJ mengancam akan menggusur para PKL jika tidak menyetujui keputusan PD PHJ,” ucapnya
David menilai bahwa pembangunan revitalisasi sebagai tindakan yang terburu-buru dan terkesan ada unsur paksaan. “Diduga ‘proyek tersebut titipan’, dan tidak mendengarkan masukan dari kami para pedagang,” tegasnya.
Puas menyampaikan orasi, kordinator aksi David Marpaung kemudian menyuarakan kepada seluruh pedagang untuk melempari Kantor Wali Kota dengan tomat busuk sembari meninggalkan kantor walikota. (Ridho)



Discussion about this post