Menyantap makan malam tak lengkap rasanya, jika orang terkasih tidak ikut menikmatinya. Namun kini semua itu kian mudah terealisasi. Seorang anak yang hendak menyantap makan malam di kota perantauan Jakarta, menelepon orang tuanya di kampung Halaman, Balige, Tobasa Sumatera Utara.
Ternyata saat dihubungi, sang orang tua yang telah menghabiskan lebih dari separuh usianya untuk memperjuangkan sang anak, belum makan malam. Berinisiatif, sang anak pun membuka aplikasi di handphone androidnya.
Tak lama ia pun membuka aplikasi Go-food, pilihan makanan kesukaan orangtuanya yang tersedia di aplikasi Go-food tersebut pun dipesan. Dengan menuliskan tujuan pengantaran ke rumah yang menyimpan sejarah perjalanan hidup masa kecilnya, tempat di mana kini kedua orang tuanya bermukim.
Ia pun tenang menikmati santapan makan malamnya, kedua orangtuanya telah mendapatkan antaran makan malam berkat jasa si “abang gojek”.
Hal seperti ini sering terjadi di Kota Balige, Sumatera Utara. Sejak beberapa bulan terakhir, Go-Jek, perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi ini telah menancapkan kukunya di Tobasa, Sumatera Utara.
Seperti disampaikan Daniel Manurung (39) warga Sibulele, Tobasa yang saat ini menekuni profesi sebagai driver Gojek di Balige. Ditemui di salah satu sudut kota Balige, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai instruktur mengemudi itu menyampaikan sering mendapat orderan Go-food dari Jakarta dan kota besar lainnya.
“Sejak saya aktif duabulan ini sering dapat orderan dari luar kota. Dari Jakarta sering mesan makanan terus disuruh antar ke rumah orangtuanya. Bayarnya pake Go-pay bang,” ujarnya.
Terkait tantangan dan rintangan yang mereka hadapi di sana, ia mengaku sejauh ini mereka dapat bekerja dengan baik. Alasannya mereka yang menjadi mitra atau driver online tersebut adalah warga yang memiliki kartu tanda penduduk Tobasa (penduduk lokal).
Disampaikannya, beberapa rekannya yang sebelumnya penarik becak beralih menjadi driver Go-ride,(angkutan roda dua) yang masuk dalam layanan Go-jek.
Kehadiran Go-jek di Tobasa pun membawa dampak positif, termasuk dalam bidang pengembangan sektor pariwisata.
Direktur BPODT Arie Prasetyo menyampaikan kepada Newscorner.id dengan masuknya Go-jek di sana, transportasi terbantu hingga last miles.
“Karakter Gojek kan seperti taksi, bisa dipanggil saat diperlukan, pastinya akan diminati wisatawan karena spending bisa lebih efektif (dibandingkan dengan misalnya harus sewa kendaraan seharian penuh). Fitur Gofood akan membantu UKM kuliner untuk menjangkau pasar wisatawan, tanpa harus berinvestasi besar. Artinya industri rumah tangga juga bisa mendapat posisi. Kesimpulannya, dengan adanya teknologi, kita berharap pengembangan destinasi dalam rangka pemenuhan demand yang timbul dari pariwisata bisa dilakukan lebih cepat,” sebutnya.
Go-jek pun tak berhentisampai di sana. Senior Manager of Government Relation Gojek Regional Sumatera, Muhammad Ruslan ketika dikonfirmasi Newscorner.id menyampaikan saat ini pihaknya tengah menunggu waktu yang tepat dan pas untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah untuk membahas sejumlah program dan rencana ke depannya.
“Pemilihan lokasi pengmbangan Gojek di sana merupakan pertimbangan dalam mendukung program pengmbangan pariwisata juga. Untuk produk Go-Car saat ini tengah dalam proses, termasuk pembahasan dengan vendor lokal,” sampainya.(Rivay Bakkara)




Discussion about this post