Permasalahan rumah tangga pasangan Noah Jit Seng alias Asun (62) dan Herlia Effendi Simamora (39) warga Perumahan Banyumas Asri, lingkungan V, Kelurahan Delitua Timur, Kecamatan Delitua, Sumatera Utara berujung tindak pidana kriminal. Asun nekat membakar rumah mereka setelah cekcok dengan istri.
Informasi dihimpun seseaat sebelum peristiwa yang menyebabkan tiga anak jadi korban itu, terjadi cekcok karena Herlina menolak ajakan Asun berhubungan intim, sementara gugatan cerai tengah berlangsung. Hubungan rumah tangga itu katanya sudah sering diwarnai percekcokan.
Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap kepada Newscorner.id pada Sabtu (11/7) pagi menyampaikan bahwa pihaknya tengah memburu pelaku pembakaran yang terjadi pada Rabu (8/7/2020) dini hari itu, kasus itu pun dalam penanyelidikan Polsek Delitua.
Lebih lanjut disampaikan Kapolsek, empat orang jadi korban dalam peristiwa pembakaran rumah itu, yakni Herlina dan tiga orang anaknya, HM (16) menderita luka di bagian kepala dengan 5 jahitan, Pergelangan tangan 5 jahitan, telapak tangan 3 jahitan, pangkal ibu jari 2 Jahitan. KU (12) mengalami luka di bawah mata dan bibir pecah serta KM yang masih brusia 8 tahun yang menderita luka melepuh di bagian punggung, siku tangan kiri melepuh ,tangan kanan bagian atas melepuh. Akibat dari kejadian tersebut, Herlina dan tiga anaknya saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Medan.
AKP Zulkifli harahap pun menjelaskan kronologis kejadian, di mana diterima informasi bahwa di Jalan Banyumas, Perumahan Banyumas asri blok IV ada terjadi kebarakan, mendapat informasi tersebut Piket 7.0 langsung meluncur ke TKP. Berdasarkan keterangan Herlia bahwa pada pukul 20.00 WIB pelaku ada cekcok dengan anaknya tentang permasalahan sepedamotor. Dimana tidak diperbolehkan untuk membawa sepedamotor oleh anaknya. Selanjutnya sekitar pukul 22.00 WIB Asun kembali meminta sesuatu kepada Herlina namun tidak dipenuhi.
“Pelaku meminta sesuatu kepada korban, tetapi karna mereka sudah resmi cerai sekitar dua minggu yang lalu, ia tidak mau dan korban kesal, selanjutnya korban bersama dengan anaknya tertidur,” kata Kapolsek.
Kemudian sekitar pukul 00.10 WIB Herlina terbangun karena merasa gerah, ternyata ia melihat kamar tidur belakang sudah terbakar. Selanjutnya ia berteriak minta tolong. Ia membangunkan tiga anaknya dan berusaha keluar dari rumah. Tetapi pintu kamar dalam keadaan terkunci, selanjutnya korban beserta anaknya berusaha keluar melalui jendela kamar.
Di saat mereka berusaha keluar Asun memukuli anak Herlina hinga terjadi perlawanan dari si anak. Anak korban yang paling bungsu pun berhasil mengambil kunci pagar dari kantong Asun, kemudian pagar dapat terbuka. Warga langsung menyelamatkan Herlina dan anaknya ke rumah sakit. Di saat bersamaan Asun pun melarikan diri.
Sekitar pukul 00.30 WIB satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, dibantu warga api dapat dipadamkan sekitar pukul 00.50 WIB. Selanjutnya pukul 02.40 WIB Tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Kini polisi pun masih memburu pelaku. (vay)




Discussion about this post