Dua karyawan Sinohydro PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) PLTA Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tertimbun longsor yang terjadi Kamis (29/4) sore. Keduanya, Dolan Sitompul dan seorang warga negara asing (WNA) Long Quan.
Informasi tersebut disampaikan Communication and External Affair Director PT NSHE PLTA Batang Toru Firman Taufick, Jumat (30/4) siang.
Menurut Firman, longsor yang terjadi di WEK I Batangtoru menyebakan 2 karyawan Sinohydro hilang, yaitu Long Quan yang merupakan tenaga kerja asing dan Dolan Sitompul warga lokal. Hingga Jumat sore, keduanya masih dalam pencarian.
“Keduanya tersapu tanah longsor saat sedang mengecek situasi banjir lumpur untuk antisipasi agar tidak membahayakan. Sementara 1 orang karyawan Sinohydro lainnya, Xie yang juga tenaga kerja asing, berhasil menyelamatkan diri dan mengalami luka-luka,” terangnya.
Firman menambahkan, sejauh ini pihaknya belum dapat memberikan informasi mengenai jumlah keseluruhan korban. Sebab belum mendapatkan informasi lebih lanjut dan proses pencarian korban masih terus berlangsung.
Mengenai keberadaan warung kopi di lokasi proyek, lanjut Firman, sebenarnya warung tersebut berada di luar lahan yang dibebaskan PT NSHE. Hanya saja lokasinya memang dekat (berdampingan) dengan Jalan Proyek (R17).
View this post on Instagram
Pihak perusahaan, katanya lagi, sebenarnya sudah melakukan negosiasi dan meminta mereka memindahkan warungnya mengingat potensi bahaya yang ada selama pembangunan berlangsung.
“Seharusnya tiga hari lagi perusahaan dan pihak pemilik warung akan membicarakan perpindahan lokasi,” tandas Firman.
Sebagai wujud kepedulian dan simpati terhadap korban, lanjutnya, perusahaan akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban sesuai prosedur yang berlaku serta berdasarkan kebijakan perusahaan yang akan diambil.
“Namun untuk korban yang bukan karyawan, perusahaan akan memberikan uang tali kasih sebagai wujud kepedulian kami,” tukasnya.




Discussion about this post