Komitmen Polri mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan terus diwujudkan jajaran Polres Pematangsiantar. Kali ini, Polsek Siantar Martoba turun langsung mendampingi petani binaan menjual hasil panen jagung ke Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar.
Pendampingan tersebut dilakukan Kanit Binmas Polsek Siantar Martoba IPDA Nirwan Sirait bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tambun Nabolon AIPDA Jonson Hutahuruk, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pinggir AIPDA Abdul Malik S.Sos., serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Bah Sorma AIPDA Fadlan Fahmi, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 13.57 WIB.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik SH., MH. mengatakan, hasil panen tersebut merupakan jagung milik petani binaan, Parmon Aaron Situmorang, yang secara langsung dibawa ke Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar di Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.
Jagung tersebut diterima oleh Sabili Ahmad selaku Petugas Pemeriksa Kualitas (PPK) Bulog.
“Petani binaan Bapak Parmon Aaron Situmorang menjual sebanyak 40 karung dengan berat mencapai 2.000 kilogram atau 2 ton. Jagung tersebut memiliki kadar air 12,6 persen dan dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram,” jelas AKP Martua.
Dengan harga tersebut, hasil penjualan jagung petani mencapai Rp12,8 juta.
Menurut AKP Martua, pendampingan tersebut bukan sekadar memastikan proses penjualan hasil panen berjalan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.
“Ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Martoba, dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan terhadap petani juga menjadi sarana meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan para petani.
“Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif,” pungkas AKP Martua.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga memastikan hasil pertanian petani dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

