Festival SISI BATAS LABUHAN yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematang Siantar, 2-3 September 2023 lalu berlangsung sukses. Dari 70 UMKM yang mengikuti festival, tercatat total penjualan Rp220 juta dan 14 ribu transaksi menggunakan Quick Respons Code Indonesian Standard (QRIS) atau non tunai.
Kepala KPw BI Pematang Siantar, Muqorobin, Selasa (5/9) menerangkan dalam penyelanggaraan Festival SISI BATAS LABUHAN (FSBL) 2023,KPw BI Pematang Siantar bekerjasama dgn pemerintah kota/kabupaten di wilayah SISI BATAS LABUHAN (Pematang Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan). Kegiatan ini merupakan flagship event BI Pematang Siantar yang telah memasuki tahun ketiga.
“Tahun lalu diadakan di Kabupaten Batubara, dan tahun ini di Kota Pematang Siantar, tepatnya di halaman perkantoran BI Pematang Siantar, Jalan H Adam Malik,” terang Muqorobin.
Menurut Muqorobin, tujuan utama kegiatan FSBL 2023 untuk mempromosikan produk UMKM di wilayah SISI BATAS LABUHAN dan juga mempromosikan serta mendorong penggunaan QRIS kepada masyarakat di SISI BATAS LABUHAN.
Selain penjualan di bazar, lanjut Muqorobin, melalui FSBL 2023 juga terdapat kesepakatan business matching oleh dua pondok pesantren dan 1 UMKM dengan rencana kerjasama penjualan sebesar Rp368 juta. Muqorobin juga menjelaskan, FSBL 2023 menggelar berbagai rangkain acara, di antaranya pameran UMKM, lomba memasak, Barista Competition, dan sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah & QRIS.
“Kegiatan-kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme yang baik oleh masyarakat dengan jumlah pengunjung mencapai kurang lebih 15 ribu orang,” kata Muqorobin.
Sedangkan melalui promosi penggunaan QRIS selama kegiatan, tercapai kurang lebih 14 ribu transaksi belanja.
“Semoga melalui event FSBL 2023 seluruh masyarakat SISI BATAS LABUHAN semakin terdigitalisasi dan maju UMKM-nya,” harap Muqorobin. (*)

