Meski secara eksplisit tidak ada ketetapan syariat untuk berbagi makanan di hari raya, tapi menurut Darul Ifta’ Mesir (lembaga sejenis MUl) orang yang melakukannya berarti telah mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Sementara bagi Ellys Wijaya, gadis cantik berdarah Tionghoa di Pematangsiantar, momen lebaran diisi dengan berbagi kebaikan dan kasih dengan sesama.
Hal ini dilakukannya bersama ayahny Taruna Wijaya di sekitar tempat tinggal Ellis semasa kecil. Di sana selama bertahun-tahun ia menghabiskan masa kecil hingga tumbuh dewasa.
Meski agama dan kepercayan yang dianutnya berbeda namun momen itu ia manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan warga beragama Islam yang berada di sekitar rumahnya semasa kecil.
“Berbagi kasih dengan teman bermain masa kecil di kampung dimana papa dibesarkan di vihara ini.. ❤️❤️❤️ Memang kami beda agama, tetapi tetap kompak ??????
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440H bagi yg merayakannya.
Minal aidin walfa idzin.
Mohon maaf lahir dan batin ,” Demikian Ellys menuliskan caption momen itu di laman media sosialnya.

Kepada Newscorner.id Ellys menyampaikan bahwa ianya sudah sejak kecil menjalin silaturahmi dengan warga di sana. Ia pun telah menganggap para orang tua di sana seperti orangtuanya sendiri.
Kepedulian Ellys pun menguatkan predikat Kota Pematngsintr sebagai kota paling Toleran di Indonesia.
Sementara pengajar mata kuliah Filsafat Ilmu, Listiyono Santoso, M.Hum. Universits Airlangga mengungkapkan makna di balik nama Idul Fitri yang disebut Lebaran.

Menurut Listiyono, lebaran bukanlah sekadar penanda akhirnya kewajiban berpuasa di Bulan Ramadan melainkan suatu kondisi pintu ampunan yang terbuka lebar dari Allah setelah umat Islam menuntaskan kewajiban puasa.
Makna Lebaran tak dapat dipisahkan dengan bakdo kupat atau ngaku lepat (mengakui kesalahan). Tidak hanya pada Allah melainkan juga sesama umat manusia. Selain itu, Lebaran juga bermakna laku papat (empat tindakan) yang dilakukan masyarakat usai Ramadan.
“Pertama, lebaran bermakna selesai atau terbukanya ampunan. Kedua, luberan yang bermakna meluber atau melimpah. Luberan ini merupakan simbol ajaran bersedekah untuk kaum papa. Pengeluaran zakat fitrah menjelang Lebaran juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia,” tutur Listiyono.




Discussion about this post