Namun Akner masih berupaya berdiri dan Monang melanjutkan dua tusukan ke bagian perut.
Tak juga berhenti, Akner masih berusaha menyelamatkan diri sampai terjatuh ke parit yang ada di lokasi.
Dalam posisi terjatuh dan telungkup, Monang kembali melakukan pembacokan ke arah kepala bagian belakang Akner Rumapea sebanyak dua kali. Setelah ituMonang Sitohang dan Jauba Sinaga langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Polisi selanjutnya mendapat laporan dan membawa jenazah korban Autopsi ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Dilansir Hetanews.com pada adegan ke – 8, ternyata nyawa istri Akner Rumapea, Hetdi br Tampubolon juga terancam mau dibunuh, bahkan dia harus bersujud meminta tolong agar jangan dibunuh oleh tersangka Jauba Sinaga.
Pada saat tersangka Monang Sitohang lagi mengejar korban Akner Rumapea, rupanya pada saat bersamaan, tersangka Jauba juga mengejar saksi Hetdi br Tampubolon, sambil membawa sebilah parang dengan cara menyeret parang tersebut.
Setelah saksi Hetdi dikejar oleh tersangka Jauba, kemudian dia berhasil menangkap Hetdi dan langsung terjatuh dengan posisi tersangka Jauba menindi saksi Hetdi. Dan parang yang dipegang tersangka Jauba, terlepas di dekat tersangka, tepatnya di sebelah kanannya.

Kemudian tersangka Jauba kembali mengambil parang tersebut dengan menggunakan tangan sebelah kiri yang mana tangan sebelah kanannya memegang kedua tangan saksi Hetdi.
Dan pada saat tersangka Jauba, mengamblil parang tersebut, saksi Hetdi langsung menangkap parang tersebut dengan menggunakan kedua tangannya.
Kemudian tangan sebelah kiri tersangka Jauba langsung mencekik leher saksi Hetdi dan tangan sebelah kanannya memegang parang tersebut.

Pada saat tersangka Jauba, masih mencekik leher saksi Hetdi, tersangka Monang Sitohang, sudah berada di belakang tersangka Jauba. Kemudian tersangka Monang berkata kepada Jauba “Lepaskan lah tangannya itu Tulang (tersangka Jauba) sudah kumatikan si Akner”.
Kemudian tersangka Jauba menumbuk tangan sebelah kiri dari saksi Hetdi dengan menggunakan tangan sebelah kanannya. Kemudian saksi Hetdi tetap melawan tersangka Jauba alias Pak Paersaulian. Kemudian tersangka Jauba melepaskan cekikan dari leher saksi Hetdi.
Kemudian tersangka Jauba berteriak “Datanglah kau anaknya Pak Lasron” (maksudnya adalah saksi Gosner Rumapea). Kemudian saksi Hetdi berkata kepada tersangka Jauba “Lepaskan lah parang ini”.
Kemudian tersangka Jauba menjawab “Kaunya yang memegang parang, kau lepaskan lah duluan”. Kemudian saksi Hetdi melepaskan parang tersebut.
Setelah parang terlepas dari saksi Hetdi, dia langsung bersujud di hadapan tersangka Jauba, sambil berkata “Sama kalian pun semua tanah itu, asal jangan kau bunuh aku”. Kemudian saksi Hetdi langsung berlari ke atas, menuju pembuatan batu bata sambil berteriak “Sudah dimatikan kami, sudah dimatikan kami”. (vay)




Discussion about this post