Ketika Sopyan menjawab belum bisa memastikan tanggalnya, Indri menyuruhnya pergi.
“Kalau gitu enggak mau lah pergi aja lah kau,”tolak Indri. Sopyan kembali mencoba menenangkannya dan mengatakan”Sabarlah nantikan aku bantu,”.
Tak juga terima, Indri kembali mengusirnya “Pergilah, aku sudah tidak mau melihat tampangmu,” usirnya sambil mengambil sebilah pisau dari laci yang ada di dekat lemari.
Saat itulah Sopyan menangkap tangan Indri dan membalikkan arah ujung pisau ke tubuh tak berbalut pakaian itu. Dada dan perut Indri tertusuk, dan mengeluarkan darah. Namun perkelahian belum berhenti, dan berlanjut ke ruang tamu. Di mana saat itu Sopyang telah menguasai sebilah pisau tadi.
Indri menjerit minta tolong dan Sopyan kembali menusuknya di bagian leher . Tapi Indri masih saja berteriak minta tolong dan mengundang perhatian tetangga.
Dari balik pintu rumah, ada suara tetangga bertanya ada apa. Namun Sopyan menjawab tidak apa-apa dan kembali menghujamkan belati di tangannya ke arah kelamin dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Setelah memastikan Indri tak lagi bernyawa dengan memeriksa denyut nadi dan membuka matanya, Sopyan membersihkan dirinya dari bercak darah ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya.
Indri, wanita yang telah menjalin hubungan selama bertahun dengannya tewas bersimbah darah di lantai rumah kontrakan dan Sofyan pergi meninggalkan lokasi.
Selanjutnya peristiwa tewasnya Indri diketahui setelah warga curiga dan mendobrak pintu rumah kontrakan itu. Kejadian tersebut pun dilaporkan ke polisi. Mendapat laporan tersebut, Polres Binjai lalu bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap pelaku pembunuhan.
Saat ini Sopyan masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor polisi, sejumlah pengakuannya pun dicatat. Namun Pengakuan tersebut belum menjadi jaminan atas motif sesungguhnya, polisi masih tetap melakukan penyelidikan.(Vay)




Discussion about this post