Setelah lima hari pasca kejadian jatuhnya satu unit escavator bersama operatornya di Sungai Bah Karei, Dusun Kariahan Usang, Desa Bongguran Kariahan Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Kamis (30/5) sore sekitar pukul 17. 15 WIB, upaya pencarian terhadap korban pun membuahkan hasil.
Jenazah Zoin Paribo Siregar, operator escavator yang jadi korban dalam kejadian Minggu 26 Mei 2019 sekitar pukul 09.00 WIB ditemukan di dasar sungai.
Proses evakuasi dan pencarian terhadap korban sudah melalui proses yang panjang.
Mulai dari,
▪ Evakuasi Hari I Minggu :
Polsek Pamatang Raya, Unit Tipiter Polres Simalungun, Masyarakat dibantu pihak perusahaan PT Sinohydro melakukan evakuasi dengan perlengkapan seadanya yaitu berupa tali.
Proses evakuasi belum membuahkan hasil.
▪ Evakuasi Hari II Senin :
Polsek Pamatang Raya, Unit Tipiter Polres Simalungun, Masyarakat dan pihak perusahaan PT Sinohydro melakukan evakuasi dengan menggunakan perlengkapan seadaanya.
Pukul 18.30 wib Tim SAR Unit Parapat tiba dan melakukan pengecekan ke lokasi jatuh nya Escavator.
Proses evakuasi belum membuahkan hasil.
▪ Evakuasi Hari III Selasa :
Polsek Pamatang Raya, Unit Tipiter Polres Simalungun, Koramil 14/Raya,TIM SAR dibantu masyarakat melakukan evakuasi dengan terlebih dahulu melakukan survei ke sungai Bah Karei dan menyimpulkan bahwa tidak dimungkinkan melakukan penyelaman disebabkan arus sungai yang deras.
Masyarakat a.n Wowo Sitopu melakukan penyelaman dan berhasil menyentuh kakikorban namun tidak berhasil menariknya keluar.
▪ Evakuasi hari IV Rabu :
Polsek Pamatang Raya, Unit Tipiter Polres Simalungun, Koramil 14/Raya, TIM SAR, dibantu masyarakat melakukan evakuasi dengan menggunakan dua unit Escavator. Dua unit Escavator berupaya memindahkan Escavator yang barada di dasar sungai agar TIM SAR dapat menjangkau kabin Escavator. Faktor cuaca/ hujan menyebabkan evakuasi tidak membuahkan hasil.
TIM SAR meninggalkan lokasi dan kembali ke Parapat.
- Evakuasi hari V Kamis :
Polsek Pamatang Raya, Unit Tipiter Polres Simalungun, dibantu masyarakat melakukan evakuasi dengan menggunakan dua Escavator mengangkat Escavator yang berada di dasar sungai dan menarik kabin Escavator untuk memudahkan masyarakat menjangkau korban.
Upaya ini membuahkan hasil, korban berhasil dievakuasi.
Setelah dievakuasi dan dilakukan penanganan di Rumahsakit Ronndahaim di Pamatang Raya, jenazah korban dibawa abang nya ke kampung halamannya di Sipirok, Tapanuli Selatan.
Peristiwa naas yang menimpa korban terjadi saat pengerjaan pembersihan tanah di badan jalan akibat longsor,
tiba-tiba tanah diatas dinding jurang longsor.
Tanah yang longsor menghantam Escavator, sehingga mengakibatkan Escavator terbalik, selanjutnya pohon yang ikut terseret longsor kembali menghantam Escavator dan menyebabkan Escavator terjatuh ke jurang sejauh 100 meter dan tercebur di sungai Bah Karei.
Posisi Escavator berada di dalam Sungai Bah Karei di Dusun Kariahan Usang Desa Bongguran Kariahan Kecamatan Raya Kabupaten imalungun dengan posisi terbalik (Treck/Roda) berada diatas sedangkan kabin operator berada di bawah.




Discussion about this post