Suasana duka masih tampak di rumah orang tua kandung almarhum Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra SIK (36) di Desa Bandar Malela Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun pasca penguburannya, Minggu (22/4) sekira pukul 22.00 WIB.
Pantauan awak media di rumah tampak Isak tangis keluarga menghiasi rumah duka. Keluarga besar dan kerabat pun berdatangan menghibur Marni (50) orang tua Kompol Andi Candra, Senin (23/4) sekira pukul 15.00 WIB.
Hanum (45) mengatakan kepada awak media, bahwa semasa hidup korban dikenal baik dan sayang kepada ibunya. Diwaktu senggang, almarhum pun selalu menyempatkan waktu berkunjung menemui ibunya.
“Dua bulan yang lalu, dia pulang bang dan Rajin kali almarhum itu, kalau sudah pulang. Kebiasaan kecilnya langsung dikerjakan. Contohnya, mencuci pakaian, menyapu halaman, membersihkan rumah dan juga memasak. Tidak boleh di tengoknya rumah ibunya kotor bang. Mesjid itu juga dia yang membantu dan berapa puluh juta uangnya habis. Bukan itu saja, dia juga rajin menyumbang ke panti asuhan,”Ungkapnya.
Hal senada juga di ceritakan udin (37) kawan sepermainan almarhun saat masih sekolah. Kompol Andi wijaya dikategorikan anak pintar dan cerdas. Sejak duduk di bangku SD sampai SMP, almarhum selalu meraih juara satu di kelasnya, hingga cita citanya ingin mengenyam pendidikan di SMA Taruna Magelang pun bisa ia gapai.
“Sejak kecil almarhum disiplin kali bang. Bayangkan abanglah, sejak di bangku SD sampai SMP dia selalu mendapat rangking juara satu di kelas. Cita citanya sejak kecil ingin sekolah di SMA Taruna magelang agar gampang mengambil sekolah AKPOL. Ternyata doa nya terkabul, tahun 2003, andi berhasil menyelesaikan pendidikan Akpol nya,”Katanya kepada awak media.
Saat pemakaman Jenazah Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra S,ik. SH ke pemakaman yang terletak di Huta 3 Bandar Malela, Kabupaten Simalungun, Minggu (22/4) sekira pukul 22.00 WIB.
Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Materpaw bersama jajarannya hadir mengucapkan belasungkawa dan turut serta mengantarkan jasad Kompol Andi Candra hingga ke pemakaman.
Jenazah almarhum di antarkan dengan ratusan orang masyarakat dan anggota Polri serta TNI AD dengan menggunakan mobil ambulance milik Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu bernomor Plat BK 1091 LI.
Dengan berjalan kaki sepanjang 2 KM, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpaw tampak semangat dan tidak lelah meskipun gelap gulita dan hanya diterangi satu buah senter, beliau tetap semangat melangkahkan kaki di jalan bebatuan dan berlumpur.
Setibanya di lokasi pamakaman, ratusan pelayat tampak bermandikan keringat dan berucap, “Capek kali bah bang, jauh juga lokasi kuburannya. Sudah jalannya berbatu dan berlumpur, gelap lagi. Silap silap terjatuh awak. Lihatlah bang, salut juga melihat Bapak Kapolda, ikut juga jalan kaki bapak itu, sanggupnya nanti bapak Kapolda itu, solanya jauh ini bang,”Ujar Amin dalam perjalanan menuju pemakaman.
Kapolda didampngi jajarannya yakni Bintara, Perwira jajaran Polres Simalungun dan Polres Kota Pematangsiantar, unsur TNI yakni Danrem 022/PT Kol Arm Khoirul Hadi, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Robinson Talupadang. Letkol Caj Usni Kasilog Rem 022/PT, Mayor Caj Arif W Kasipers Rem 022/PT. Dankima Rem 022/PT Lettu Inf Binsar Panjaitan, Danramil jajaran Kodim 0207/Simalungun.
Inspektur upacara di pimpin oleh Karo SDM Poldasu Kombes Pol Drs Suardana dan Komandan Upacara di pimpin Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang.
Sebelum acara prosesi pemakaman, Regu Tembak Salpo mengambil barisan dan menembakkan satu kali tembakan sejata laras panjang ke atas langit.
Usai upacara pemakaman, awak media mempertanyakan kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpaw, terkait jarak tempuh dan waktu serta mengapa harus melewati jalur sungai menuju kediaman Rumah Bupati Labuhan Batu, dan mengapa tidak melalui darat? dan berapa jam dibutuhkan waktu untuk sampai ke lokasi rumah Bupati Labuhan Batu?
“Memang ada dua jalur untuk sampai ke rumah Bupati, boleh lewat sungai dan bisa juga lewat darat. Hanya saja jarak tempuh darat biasanya memakan waktu tiga jam, dan lewat jalur sungai satu jam, maka oleh Kapolres Labuhan Batu lebih memilih jalur sungai karena waktunya lebih cepat. Selain itu juga, dalam perjalanan Kapolres Labuhan Batu bersama jajarannya sekalian melakukan orientasi mengingat letak geografis merupakan daerah pesisir,” Jelas Kapolda. (Turnip)




Discussion about this post