Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu S.I.K, M.Si membesuk korban yang keracunan massal di puskesmas Tiga Balata yang diduga keracunan usai mengkomsumsi daging hewan peliharaan warga beberapa hari yang lalu.
Kehadiran Kapolres Simalungun didampingi sejumlah petinggi Polres termasuk Kapolsek Tiga Balata AKP Jagani Sijabat, guna mengecek dan melihat secara langsung korban yang diduga keracunan usai menyantap daging hewan tersebut, Jumat (21/02/2020) sekira pukul 18:30 WIB.
Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu S.I.K, M.Si yang mendapat informasi ini pun langsung mengunjungi dan melakukan pengecekan kepada para warga yang diduga mengalami keracunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapolres memberikan semangat kepada para korban dan keluarga serta menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi.
Heribertus juga mengingatkan kepada pihak Puskesmas dan klinik kesehatan, agar para medis melakukan perawatan terbaik serta tetap memonitor perkembangan juga kondisi kesehatan para pasien yang dirawat hingga benar-benar pulih.
“Kita harus menjaga kebersihan makanan yang akan dimakan saat proses memasaknya, agar tidak terjadi hal serupa seperti ini, hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita,” ucap AKBP Heribertus
Dilansir dari Liputan6.com, ada 5 hal berbahaya ketika mengkonsumsi daging anjing diantanya :
1. Rabies
Salah satu bahaya terbesar dari mengonsumsi daging anjing adalah penyebaran rabies pada manusia. Jika tak diolah secara benar, dapat terjangkit penyakit rabies. Tak hanya itu, orang yang memasak daging anjing ini juga dapat ikut tertular rabies.
Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga mengatakan bahwa salah satu risiko penyebaran rabies berasal dari peredaran daging anjing secara bebas. Tidak sedikit anjing rabies yang dikirim ke kota-kota besar untuk dijadikan pasokan makanan.
Perdagangan daging anjing dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit rabies karena anjing datang dari wilayah yang belum dinyatakan sebagai daerah bebas rabies.
2. Trichinosis
Jika orang memakan daging mentah atau kurang matang dari hewan yang terinfeksi parasit Trichinella, bisa menyebabkan penyakit Trichinosis. Begitu parasit ini ada di tubuh manusia, maka dapat menyebabkan radang pada pembuluh darah.
Tanda, gejala, dan tingkat keparahan trichinosis bervariasi. Namun jika infeksinya berat, orang mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan, serta memiliki masalah jantung dan pernapasan.
3. Infeksi Bakteri
Konsumsi daging mamalia berkaki empat ini juga berpotensi pada infeksi akibat parasit seperti E. Coli 107 dan salmonela.
Ada juga bahaya yang mengintai, infeksi bakteri seperti antraks, hepatitis, dan leptospirosis yang bisa menyebar melalui daging anjing kepada manusia.
4. Kebal dari Antibiotik
Anjing liar atau anjing yang tidak higienis, yang diolah menjadi makanan bisa menyimpan banyak bakteri, kuman, dan penyakit virus. Oleh karena itu, sering kali anjing ini diberikan antibiotik dosis tinggi sebagai pencegahan penularan penyakit.
Besarnya kandungan antibiotik pada daging anjing inilah yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya, ketika manusia mengonsumsi daging anjing tersebut maka sistem kekebalan tubuh mereka akan berubah dan penuh dengan antibiotik.
Jika suatu saat mereka sakit, maka penyakit di tubuh mereka tidak akan mempan diobati dengan menggunakan antibiotik.
5. Hipertensi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan konsumsi natrium sebaiknya tak lebih dari 2 miligram per hari. Sedangkan dalam 100 gram daging anjing, terdapat 1,06 miligram natrium.
Dalam artian mengonsumi daging anjing ditambah asupan natrium dari sumber makanan lain per hari. Bukan tak mungkin tekanan darahnya akan melampaui batas yang meningkatkan risiko hipertensi.




Discussion about this post