Medan – Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama puluhan Ketua Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SP/SB) se-Kota Medan di Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Polri dan elemen buruh dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh puluhan pimpinan serikat pekerja dan buruh dari berbagai federasi dan konfederasi di Kota Medan. Kapolrestabes Medan hadir didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.
Dalam suasana penuh keakraban, perwakilan serikat buruh menyampaikan apresiasi atas kinerja Polrestabes Medan dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Ketua DPC FSP RTMM SPSI Kota Medan, Akhmad Rivai, menyebut pertemuan itu sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi berkelanjutan antara buruh dan kepolisian. Ia berharap sinergitas tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjembatani aspirasi buruh kepada instansi pemerintah.
“Kami mengapresiasi penegakan hukum yang dilakukan Polrestabes Medan. Kami berharap Kapolrestabes Medan terus maju dan kami, serikat buruh, siap mendukung,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Gimin, Ketua DPC FSP LEM SPSI Kota Medan. Ia menilai bahwa selama kurang lebih empat bulan masa kepemimpinan Kapolrestabes Medan, sudah banyak pengungkapan kasus yang dampaknya dirasakan masyarakat.
“Selama ini kami selalu berkolaborasi dengan kepolisian. Buruh di Kota Medan berkomitmen menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Kami ingin peningkatan kesejahteraan berjalan seiring dengan situasi yang kondusif,” kata Gimin.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah dan memperkuat kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja dan buruh. Ia menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, di mana kejahatan jalanan menjadi perhatian utama.
“Hari ini adalah hari ke-105 saya menjabat sebagai Kapolrestabes Medan. Saya menghitung hari karena saya ingin memastikan setiap langkah yang diambil memberikan dampak terbaik bagi masyarakat Kota Medan,” ujarnya.
Kapolrestabes Medan juga menyampaikan adanya penurunan terhadap beberapa jenis kejahatan, serta mencatat sejumlah masukan dari perwakilan buruh, termasuk terkait aksi kriminal seperti bajing loncat dan kejahatan jalanan lainnya, yang akan dijadikan bagian dari target dan strategi penanganan ke depan. Ia menegaskan bahwa buruh dan polisi merupakan satu keluarga besar dalam kehidupan bermasyarakat.
“Buruh atau polisi hanyalah status. Yang lebih penting, kita semua adalah keluarga yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga Kota Medan tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Kapolrestabes Medan juga mengajak seluruh elemen serikat pekerja dan serikat buruh, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama menjaga anak-anak dan lingkungan dari bahaya narkoba. Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.
“Orang tua adalah benteng pertama dalam menjaga anak-anak agar tidak terjerumus narkoba. Kita harus mengenali pergaulan anak, menjaga lingkungan tempat tinggal, dan membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Mari kita bersama-sama menjaga anak dan lingkungan kita serta memerangi narkoba,” ujar Jean Calvijn.
Ia menambahkan bahwa narkoba tidak hanya merusak masa depan anak, tetapi juga berdampak pada keamanan lingkungan, keharmonisan keluarga, dan produktivitas masyarakat, termasuk kalangan buruh. Karena itu, serikat pekerja dinilai memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di lingkungan kerja maupun permukiman.
Kapolrestabes Medan menegaskan kembali komitmen Polrestabes Medan untuk terus melakukan penindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba, sekaligus mengedepankan langkah preventif melalui penyuluhan dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi narkoba di Kota Medan. Namun keberhasilan ini hanya bisa dicapai jika semua pihak, termasuk orang tua dan serikat buruh, bergerak bersama. Jika kita bersatu, anak-anak kita akan terlindungi,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Polri dan serikat pekerja/buruh dalam menjaga kamtibmas serta melindungi generasi muda dari ancaman narkoba di Kota Medan.



