Pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata menggelar pertemuan dengan tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk percepatan pemgembangan kepariwisataan di kota Pematangsiantar, pertemuan dibuka Jumat (6/7) oleh Wali Kota Hefriansyah, SE, MM.
Dalam arahnya Wali Kota mengatakan, berbicara sektor pariwisata tanpa kolaborasi dan sinergi antara akademisi, para pebisnis, pemerintah, komunitas dan media, pariwisata hanya akan berjalan ditempat, dukungan penuh stakeholder tersebut akan memberikan akselerasi yang luar biasa pada pembangunan pariwisata.
Kota Pematangsiantar tidak memiliki objek wisata alam seperti pantai, pegunungan, air terjun, danau dan lain-lain, maka pengembangannya dimasa yang akan datang adalah menggali dan membangun wisata buatan, wisata kuliner, wisata religi, wisata sejarah dan membangun sarana dan prasarana pelengkap beserta fasilitas pelayanan lainya bagi wisatawan.
Penyusunan perencanan pembangunan kepariwisataan melibatkan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman bersama, nomor: 556/002/II/Perj/WK-THN 2018 dan nomor : 006/II.A/DN/2018, tentang kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyrakat, perumusan kebijakan dan pengelolaan pembangunan, katanya.
Kadis Pariwisata Dra. Fatimah Siregar menjelaskan, tim dari ITB telah datang pada tanggal 1 Juli 2018 yang lalu dan telah melakukan survei di delapan kecamatan untuk menggali objek wisata yg menjadi unggulan masing-masing kecamatan, selanjutnya hasil survei tersebut dibahas dalam pertemuan ini untuk di sepakati menjadi program prioritas pembangunan kepariwisataan di kota Pematangsiantar ke depan, ungkapnya.
Pertemuan ini dihadiri Sekretaris daerah kota Pematangsiantar Budi Utari, AP, Ketua tim pusat perencanaan dan pembangunan kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB) Yani Adriani, Anggota DPRD Hotmaulina Malau, FKUB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para Camat. (REL)


Discussion about this post