Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS Peristiwa
Kerusakan Danau Toba Sudah Parah, Luhut Pandjaitan Ingin Keramba Dibersihkan

Sejumlah Keramba Jaring Apung Milik Perusahaan Modal Asing, Jumat (17/11/2018 )Masih Beroperasi di Perairan Danau Toba, Kabupaten Tobasa. (rivay bakkara)

Kerusakan Danau Toba Sudah Parah, Luhut Pandjaitan Ingin Keramba Dibersihkan

Editor: NEWSCORNER.ID
20 November 2018 | 00:35 WIB
in Peristiwa
0
Iklan
55
SHARES
15
VIEWS

Bersdasarkan laporan hasil audit Bank Dunia yang diterima Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (19/11) diketahui kondisi terkini Danau Toba mengalami kerusakan yang sangat parah.

Luhut mengatakan, sebelumnya telah meminta Bank Dunia untuk mengaudit kondisi Danau Toba. Audit itu diperlukan untuk pengembangan Danau Toba sebagai tempat pariwisata.

“Tadi menyangkut masalah Danau Toba, sudah berapa lama, saya minta audit mereka,” kata Luhut usai bertemu perwakilan Bank Dunia di kantornya, Senin (19/11/2018).

Dari audit itu, Luhut mengatakan, Danau Toba mengalami kerusakan parah. Lantaran, air di Danau Toba kotor. parahnya kualitas perairan Danau Toba bisa terlihat dari kadar oksigen di perairan yang hanya mencapai 50% dari permukaaan. Hal ini tentu mengancam keberlangsungan ekosistem perairan Danau Toba.

“Ternyata Danau Toba itu kerusakannya sangat parah, jadi hanya 50 meter airnya punya oksigen, di bawahnya tidak oksigen. Tidak sehat sebetulnya itu harus dibersihkan. Keramba itu nggak bisa nggak, harus dibuang. Kemudian ada peternakan babi, buang limbah ke situ nggak boleh. Terus rumah hotel. Karena kalau nggak, itu danau habis dan tujuan pariwisata tak tercapai,” jelasnya.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada hutan. Luhut bilang, banyak pohon yang ditebang di sekitar Danau Toba.

“Terakhir, masalah hutan-hutan yang dipotong itu harus ditanami kembali dan kepemilikan lahan hutan, Presiden secara khusus bilang ke saya akan diambil langkah untuk mengurangi. Itu kan tujuan wisata, kalau tujuan wisata environment nggak bagus siapa yang mau datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, audit itu sebagai pijakan untuk pengembangan pariwisata.

” Kita minta studi, karena World Bank itu yang punya kredibilitas itu. Dia studi. Studi itulah dasar kita kerja,” sebutnya.

Salah satu faktor yang membuat kualitas perairan Danau Toba tercemar kata dia adalah keberadaan keramba jaring apung yang ada di Danau. Untuk itu, dia bilang keberadaan keramba jaring apung di danau sudah seharusnya dihilangkan.

“Tidak sehat, sebetulnya itu harus dibersihkan. Karamba itu nggak bisa nggak, harus dibuang,” katanya.

Selain itu keberadaan peternakan babi dan rumah hotel di sekitar danau juga turut mempengaruhi kualitas perairan danau lewat limbah yang dibuang ke danau. Hal tersebut dia bilang harus segera dicari solusinya.

“Karena kalau nggak, itu danau habis dan tujuan pariwisata tak tercapai,” ucap Luhut.(red)

sumber: detik.com

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar

Ketua KNPI Siantar Arif Harahap Tegaskan Semangat Persatuan, Pelantikan Pengurus DPC GMNI Pematangsiantar 2026–2028 Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda

2 Juli 2026 | 17:40 WIB
MEDAN CORNER

Simpan 9,4 Kg Ganja di Semak Belukar, Bandar di Percut Sei Tuan Diciduk Polisi

2 Juli 2026 | 15:53 WIB
NEWS

Terlapor Dugaan Penyebar Video Pornografi di Sergai, Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi 

2 Juli 2026 | 12:32 WIB
NEWS

Bobby Bongkar Kelalaian Biro Kesra Abu Kosim, Pemprov Terpaksa Sewa Extra Flight

1 Juli 2026 | 18:20 WIB
NEWS

Budaya K3 Jadi Prioritas, Pelindo Regional 1 Gelar Pelatihan Safety Awareness

1 Juli 2026 | 17:06 WIB
NEWS

Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Sumut Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden

1 Juli 2026 | 13:30 WIB
NEWS

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Salurkan Bantuan Beras untuk Penggali Kubur, Bilal Mayit hingga Tukang Becak

1 Juli 2026 | 13:27 WIB
NEWS

RSUD Tarutung Laksanakan Rapat Hasil Telusur Dokumen Akreditasi

30 Juni 2026 | 17:11 WIB
NEWS

Razia Narkoba di Kafe Kita Patumbak Berakhir Ricuh, Empat Orang Ditahan Diduga Provokasi dan Rusak Mobil Dinas

30 Juni 2026 | 15:46 WIB
NEWS

Jono Silalahi Nahkodai IPK Pematangsiantar, Fokus Restrukturisasi dan Pembenahan Organisasi

30 Juni 2026 | 14:25 WIB
MEDAN CORNER

Kapolrestabes Medan Cup Road to Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Lahirkan Atlet Esports Berprestasi

29 Juni 2026 | 17:02 WIB
NEWS

GEMES 2026 Kembali Disorot, Hamburkan Uang Rakyat Rp2,5 Miliar dan Minim Inovasi

28 Juni 2026 | 12:14 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport