Dalam rangka antisipasi dan menghindari hal-hal di luar kendali, Lapas Kelas II A Pematangsiantar meningkatkan sistem pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif terhadap warga binaan.
Disampaikan Kalapas Kelas II A Pematangsiantar, Porman Siregar melalui KPLP Sahat Bangun, Amd, Ip SH dan Humas Hiras Silalahi, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kodim Simalungu, Polres Simalungun, Pemadam Kebakaran dan pihak-pihak lain.
Selain meningkatkan sistem pengamanan baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, pihak Lapas juga melalakukan langkah pendekatan dan memberikan pemahaman terhadap warga binaan agar menyadari apa yang telah dilakukan dan sedag dijalaninya di Lapas.
“Untuk meningkatkan sistem keamanan, kita koordinasi dengan Kodim, Polres, Damkar dan pihak-pihak lainnya,” ujar Hiras.
Ditambahkannya, selama ini warga binaan juga telah diayomi dengan memberi pemahaman terhadap hukum yang tengah dijalani. Warga binaan disadarkan di Lapas, bahwa mereka sedang menjalani hukuman atas apa yang telah dilakukan lalu nantinya akan kembali lagi ke masyarakat.
“Kita lakukan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap warga binaan. Secara keimanan, kita ada menyelenggarakan Kebangkitan Kebangunan Rohani bagi warga binaan yang Nasrani dan Zikir Akbar bagi yang beragama Muslim,”ujarnya.
Ditambahkannya, terkait pelayanan dan kenyamanan warga binaan, Lapas Pematamgsiantar menerapkan aturan secara adil agar tidak ada kecemburuan dan diskriminasi.
“Kita menerapkan aturan secara adil dan merata, agar jangan ada kecemburuan dan kesan diskriminasi terhadap warga binaan,” sebutnya.
Keberadaan warga binaan atau yang lebih kerap disebut narapidana di Lapas pada hakikatnya adalah untuk menyadarkan dan memberikan efek jera atas kesalahan atau pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya.




Discussion about this post