“Nafsuku naik karena nonton kibot bongkar. Makanya aku nekat ingin memperkosa dia (Pepi),” kata Yudi.
Pria yang juga pecandu narkoba itu mengaku tega menganiaya Pepi dan anaknya karena panik Pepi teriak minta tolong.
“Aku panik dan takut karena dia teriak-teriak. Karena takut didengar warga, makanya kupukul pakai balok kayu dan kutikam pakai obeng,” jelas Yudi.
Dikatakannya, saat itu usai nonton kibot bongkar, Yudi berniat memperkosa Pepi. Berbekal obeng dan balok kayu, ia mencongkel jendela samping dan masuk ke dalam rumah Pepi.
Di dalam rumah, Yudi langsung menuju ke kamar. Di sana, ia melihat daster yang dikenakan Pepi tidur tersingkap. Melihat itu, Yudi makin bernafsu.
Pepi yang tertidur pulas digerayangi lalu ditindih. Tapi saat akan diperkosa, Pepi terbangun dan teriak minta tolong.
Yudi kalap, mengambil balok dan menghantamkannya ke wajah Pepi. Karena masih teriak, Yudi kemudian menikam wajahnya dengan obeng. Pepi pun pingsan.
“Habis kupukul pakai kayu dan kutikam dengan obeng, dia langsung pingsan. Tapi anaknya juga teriak, makanya kucekik dan kubekap bantal biar gak teriak. Aku gak jadi memperkosanya, karena takut, makanya aku kabur,” kata Yudi. (gom)
Dikalungi’ Celurit
Sebelum beraksi di rumah Pepi Lolianingsih, ternyata Yudi Prawira alias Baket (25) sempat masuk ke rumah tetangganya yang tak jauh dari rumahnya dan coba memperkosanya. Bahkan Yudi sempat mengancam tetangganya itu dengan celurit, karena aksinya dipergoki.
“Sebelum ke rumah si Pepi, dia (Yudi) masuk ke rumah tetangganya dan ingin memperkosanya, tapi ketahuan. Dia bawa celurit, dan menodongkannya ke leher tetangganya karena takut diteriaki,” kata warga Dusun V, Desa Jaharum, Kecamatan Galang, Deliserdang, Kamis (8/11).
Saat itu Yudi mengendap masuk ke rumah tetangganya. Dengan todongan celurit di leher, korban diajak keluar kamar. Tapi, saat akan beranjak dari tempat tidur, suami korban terbangun karena kakinya disenggol korban. Ketahuan, Yudi memilih kabur.
“Warga kampung ini sudah sangat resah dengan perbuatannya. Dia juga pecandu narkoba. Jadi kami minta polisi menghukumnya yang seberat-beratnya,” kata warga. (red)
Sumber: Mediauli.com




Discussion about this post