Badan Litbang dan Inovasi ( BLI) bekerja sama dengan Biro Humas KLHK menyelenggarakan Media Visit dengan tema ” Menjelajah Landsekap Hutan Wisata Ilmiah KHDTK Aek Nauli Toba,” Kamis (2/5/2019).
Dalam Kegiatan Media Visit yang di laksanakan dengan mengunjungi kawasan Hutan Dengan tujuan khusus Aek Nauli yang lokasinya kaldera kawasan Wisata Danau Toba, Sumatera Utara.
Melalui media, baik lokal online maupun media elektronik nasional diharapkan dapat lebih mengenal dekat hasil Litbang serta inovasi dikawasan wisata danau toba, yang nantinya dapat mempromosiakan dan mengampanyekan hasil litbang untuk mendukung berkontribusi dalam pengelolahan lingkungan hidup dan kehutanan.

Di dalam rangkaiam media visit ini juga akan menyajikan obyek obyek wisata secara menarik, di antaranya mengunjungi panen lebah madu ( Aek Nauli Beecosystem ), panen getah pinus, penyadapan getah kemenyan, memanggil siamang dan konservasi gajah di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC).
Kegiatan media visit dalam waktu bersamaan juga akan melakukan kegiatan percepatan dan optimalisasi pelaksanaan Prinas Toba Aek Nauli serta penajaman konteks ekowisata/wisata ilmiah dan interlink, apalagi dengan adanya destinasi wisata Danau Toba dan inisiatif pembangunan branding masing masing unit kerja lingkup BLI.
Badan Litbang dan Inovasi memiliki peran penting di dalam memberi landasan pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan berdasarkan hasil iptek dan inovasi.
Badan Litbang dan Inovasi mengelolah 35 kawasan hutan dengan tujuan khusus ( KHDTK) seluas lebih dari 37.000 ha, diberbagai wilayah provinsi, sebagai sarana penelitian dan pengembangan sebagaimana PermenLHK yang isinya merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus Aek Nauli.
Kawasan ini merupakan tempat khusus untuk melakukan penelitian pengembangan dan inovasi dalam rangka membangunan kawasan hutan yang berkelanjutan, melalui optimasi seluruh potensi sumberdaya yang ada.
KHDTK Aek Nauli juga termasuk dalam rangkaian pengembangan wisata Danau Toba, karena selain lokasinya yang berdekatan juga sebagai jalur menuju destistinasi toba.
KHDTK Aek Nauli masuk dalam program, Prioritas Nasional ( Prinas) 2019.untuk mendukung program tersebut, maka kegiatan yang di usung dikawasan ini adalah wisata ilmiah.
DR Ir Sylvana Ratina Msi, sekertaris badan litbang dan inovoasi kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, kepada media mengatakan.
”Bahwa pintu destinasi Danau Toba, mendapat anggaran tiap tahun. prioritas program nasional dengan judul mode pengembangan iptek ekowisata aek nauli toba, sehingga di situ ada pembangunan satu model dengan 12 kegiatan, yang terkait, seperti bagai mana menjaga kondisi eko wisata di Danau Toba.
Di dalam kegiatan media visit, sejumlah kegiatan juga ditampilkan, mulai dari Panen Lebah Madu ( Aeknauli Beecosystem), Panen Getah Pinus, Penyadapan Getah Kemenyan, serta demo cara memanggil Siamang dan atraksi Aek Nauli ElephantConservation Camp.(Yan Asmara)




Discussion about this post