Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda MEDAN CORNER Opini
Merawat Ideologi, Menata Regenerasi: Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya

Oplus_131072

Merawat Ideologi, Menata Regenerasi: Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya

Editor: News Corner
25 Oktober 2026 | 02:29 WIB
in Opini
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Oleh :  Fatrul Rahman Hutasuhut, S.Sos. Gagasan Calon Ketua Umum Musyawarah Cabang XXVII PC IMM Kota Medan

Musyawarah Cabang (Musycab) XXVII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan semestinya tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Musycab harus menjadi ruang refleksi untuk menilai sejauh mana ideologi gerakan dirawat, perkaderan dijalankan, dan regenerasi dipersiapkan secara berkelanjutan.

Tema “Merawat Ideologi, Menata Regenerasi” memuat dua agenda yang tidak dapat dipisahkan. Ideologi tanpa regenerasi berisiko menjadi warisan pemikiran yang hanya diulang dalam forum, sedangkan regenerasi tanpa ideologi dapat melahirkan pergantian kepemimpinan tanpa kesinambungan nilai. Karena itu, keberhasilan IMM tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan kader yang matang secara ideologis, intelektual, dan sosial.

Pengalaman saya mendampingi Safari Dakwah Ramadan Muhammadiyah di Kabupaten Karo, mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum PK IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2023–2024, serta terlibat dalam advokasi lingkungan di Kota Medan memberikan satu pelajaran penting: program yang baik membutuhkan kader yang siap, sementara kesiapan kader membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan.

Di sinilah komisariat menjadi ruang utama pertumbuhan kader. Namun, setiap komisariat memiliki karakter, sumber daya, dan dinamika yang berbeda. Karena itu, PC IMM Kota Medan perlu memastikan setiap komisariat memperoleh kesempatan berkembang secara adil, tanpa harus menyeragamkan program maupun potensinya.

Cabang yang kuat bukanlah cabang yang hanya membesarkan kegiatannya sendiri, melainkan cabang yang mampu memperkuat komisariat dan membangun kemandirian kader.

Ideologi Harus Hidup dalam Tindakan
Merawat ideologi berarti menempatkan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai pedoman berpikir dan bertindak, bukan sekadar materi yang dihafal. Pemikiran Haedar Nashir (2017; 2023) tentang ideologi sebagai orientasi gerakan relevan untuk mengingatkan bahwa nilai organisasi harus tercermin dalam perilaku kader.

Ideologi menemukan maknanya ketika kader bersikap adil dalam musyawarah, jujur dalam menjalankan amanah, terbuka terhadap kritik, dan hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Pesan Surah Al-‘Ashr tentang iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran serta Surah Al-Ma’un tentang kepedulian terhadap kelompok rentan memberikan landasan moral bagi gerakan. Nilai tersebut sejalan dengan Tri Kompetensi Dasar IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, yang diwujudkan melalui trilogi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.

Ketiganya harus tumbuh secara seimbang. Kader tidak cukup memahami agama tanpa kepedulian sosial, sebagaimana kemampuan intelektual tidak boleh terlepas dari nilai etik dan tanggung jawab kemanusiaan.

Karena itu, perkaderan formal seperti Darul Arqam Dasar (DAD) dan Darul Arqam Madya (DAM) harus diikuti pembinaan berkelanjutan. Kader yang telah menyelesaikan perkaderan tidak boleh dibiarkan kehilangan ruang belajar dan kesempatan berkontribusi.

Lima Langkah Membangun Kader Berdaya
Saya menawarkan gagasan “Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya” sebagai arah pengembangan PC IMM Kota Medan. Gagasan ini menempatkan kader sebagai pusat pertumbuhan organisasi dan komisariat sebagai ruang utama pembinaan. Untuk mewujudkannya, terdapat lima langkah strategis.

Pertama, Peta Tumbuh Komisariat.

Dalam 100 hari pertama kepengurusan, cabang perlu memetakan kondisi setiap komisariat, mulai dari kader aktif, tindak lanjut perkaderan, kebutuhan instruktur, tradisi diskusi, hingga kapasitas organisasi. Pemetaan dilakukan melalui dialog, bukan penilaian yang menghakimi.

Hasilnya menjadi dasar penyusunan program pendampingan sesuai kebutuhan. Tujuannya bukan membandingkan komisariat, melainkan memastikan setiap komisariat mengalami perkembangan berdasarkan kondisi dan potensinya masing-masing.

Kedua, Pendampingan Pascaperkaderan.

Kader yang telah mengikuti DAD perlu memperoleh pendampingan selama kurang lebih tiga bulan melalui kelompok belajar dan mentor. Kegiatan dapat berupa pendalaman ideologi, diskusi persoalan kampus, latihan menyampaikan gagasan, dan penyusunan rencana kontribusi.

Dengan demikian, perkaderan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi berlanjut menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter, pengetahuan, dan tanggung jawab kader.

Ketiga, Akademi Kader Berdaya.

PC IMM Kota Medan perlu menyediakan ruang pengembangan keterampilan sesuai minat kader. Bidang akademik dapat difasilitasi melalui pelatihan riset dan penulisan ilmiah, bidang dakwah melalui penguatan komunikasi publik, sedangkan bidang sosial melalui pelatihan advokasi dan pengorganisasian masyarakat.

Setiap kegiatan harus menghasilkan kemampuan atau karya nyata, bukan sekadar sertifikat. Dengan begitu, nilai organisasi dapat diterjemahkan menjadi kapasitas yang berguna di kampus maupun masyarakat.

Keempat, Kemitraan Komisariat Bertumbuh.

Setiap komisariat harus memiliki kesempatan belajar dari komisariat lainnya. Kolaborasi dapat dilakukan melalui pertukaran instruktur, berbagi praktik baik, forum keilmuan bersama, dan pengabdian lintas disiplin.

Kemitraan juga harus membuka ruang lebih luas bagi IMMawati dan kader yang belum memiliki jabatan struktural. Kesempatan belajar, memimpin, dan berkontribusi tidak boleh bergantung semata-mata pada posisi dalam kepengurusan.

Kelima, Satu Komisariat, Satu Karya.

Setiap komisariat didorong menghasilkan satu karya yang sesuai dengan karakter keilmuan dan kebutuhan lingkungannya. Bentuknya dapat berupa pendidikan literasi digital, pendampingan belajar anak, kajian persoalan kampus, pelestarian lingkungan, atau pemberdayaan usaha masyarakat.

Pengalaman saya dalam advokasi lingkungan di Kota Medan menguatkan keyakinan bahwa humanitas harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kader perlu menghubungkan pengetahuan dengan persoalan publik agar keberadaan IMM benar-benar dirasakan manfaatnya.

Kelima program tersebut dapat dimulai melalui pemetaan dan dialog, dilanjutkan dengan pendampingan serta uji coba program, kemudian dievaluasi setiap triwulan. Keberhasilan diukur dari perkembangan komisariat, keberlanjutan pembinaan, keterlibatan kader, dan manfaat karya yang dihasilkan, bukan semata-mata jumlah kegiatan.

Regenerasi sebagai Keberlanjutan Perjuangan
Pelaksanaan gagasan ini tentu menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, perbedaan jadwal kuliah, hingga pergantian kepengurusan. Namun, perubahan tidak selalu membutuhkan program besar. Mentor yang konsisten, ruang diskusi yang terbuka, dan kesediaan pimpinan mendengarkan persoalan komisariat dapat menjadi awal perubahan yang berarti.

Lebih dari itu, pemberdayaan kader harus tetap berlandaskan akhlak, amanah, dan tanggung jawab persyarikatan. Regenerasi yang sehat bukan perebutan pengaruh, melainkan proses berbagi pengetahuan dan memberikan kepercayaan kepada generasi berikutnya.

Musycab XXVII PC IMM Kota Medan harus melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menyusun program, tetapi juga membangun sistem perkaderan yang berkelanjutan. Ukuran keberhasilannya terletak pada kemampuan kader untuk terus berkembang, komisariat untuk semakin mandiri, dan organisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi saya, “Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya” bukan sekadar slogan pencalonan, melainkan komitmen untuk membangun IMM yang lebih inklusif, progresif, dan berkelanjutan.

Sebab, ideologi tetap hidup ketika diamalkan, sedangkan regenerasi berhasil ketika generasi berikutnya mampu melanjutkan perjuangan dengan kapasitas yang lebih baik. Merawat ideologi berarti menjaga arah perjuangan. Menata regenerasi berarti memastikan perjuangan itu terus berlanjut.

 

Berita Terbaru

Sumut

Pelindo Regional 1 Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum, Dukung Pemberantasan Narkotika

25 Oktober 2026 | 02:47 WIB
Opini

Merawat Ideologi, Menata Regenerasi: Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya

25 Oktober 2026 | 02:29 WIB
MEDAN CORNER

Polda Sumut dan Polrestabes Medan Tebar 1.997 Bibit Ikan Gurami, Dukung Ketahanan Pangan di Jermal

24 Oktober 2026 | 12:05 WIB
MEDAN CORNER

Subuh Berjamaah di Jermal XV, Wakapolda Sumut Apresiasi Kapolrestabes Medan dan Ajak Warga Tolak Narkoba

24 Oktober 2026 | 09:46 WIB
Sumut

Perkuat Kedekatan dengan Warga, Kapolres Sibolga Turun Langsung Lewat Jumat Keliling di Masjid Al Falah

23 Oktober 2026 | 12:42 WIB
NEWS

PLN UP3 Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres Pematangsiantar, Dalam Mendukung Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

23 Oktober 2026 | 12:04 WIB
Nasional

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

23 Oktober 2026 | 09:44 WIB
Sumut

Sumut Nyatakan Perang terhadap Narkoba, Kapolres Sibolga Gandeng Pemerintah dan Masyarakat

23 Oktober 2026 | 09:39 WIB
Sumut

Kapolri Tinjau Pengungkapan 1,18 Ton Ketamine di Belawan, Sinergi Lintas Instansi Bongkar Penyelundupan di Selat Malaka

23 Oktober 2026 | 08:27 WIB
Sumut

“GMNI Harus Bersama Rakyat, Bukan Korporasi Tambang”: Dialog Publik Dairi Menuai Kritik

23 Oktober 2026 | 07:59 WIB
MEDAN CORNER

Kesepahaman Bersama Poliran, Tiga Pihak Bersinergi Tingkatkan Keterampilan dan Kesejahteraan Masyarakat

22 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Siantar

PSI Pematangsiantar Masuki Babak Konsolidasi Baru, Hendra Simanjuntak Bidik Struktur Partai hingga Tingkat Kelurahan

22 Oktober 2026 | 17:26 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport