Terkenang masa kecil. Itu yang terjadi saat calon Bupati Simalungun nomor urut 2, H Muhajidin Nur Hasim bersilaturahmi dengan sejumlah warga di salah satu warung kopi di kampung kelahirannya, Nagori Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja, Selasa (13/10/2020).
Di warung tersebut, pria yang akrab disapa Bang Hasim itu menikmati segelas kopi plus gorengan sambil mengobrol dengan warga. Hasim mengatakan, dia lahir di Simpang Bah Jambi. Di masa kecil, katanya, ia bisa mengembalakan kambing di lahan perkebunan, tak jauh dari rumahnya.
“Sewaktu saya kecil saya sering mengangon (mengembala) di sini. Teman-teman saya sesama yang ngangon juga masih banyak di sini,” terang Hasim, disambut tawa warga di warung kopi.Pria berusia 36 tahun itu mengatakan, Simalungun merupakan kampung halamannya. Sehingga ia pulang kampung untuk membangun kampung halaman.
“Saya mau kampung dan generasi muda yang ada di sini semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, warga termasuk para pemuda yang ada di warung menyampaikan keluhan dan harapan mereka kepada Hasim yang berpasangan dengan Tumpak Siregar (TPS) dalam Pilkada Simalungun. Mereka mengatakan, selama ini bidang olahraga sangat jarang mendapat perhatian dari pemerintah.
“Baguslah kalau ada orang kampung kita yang maju menjadi Bupati Simalungun. Banyak potensi di bidang olahraga, tapi yang membuat kita susah tidak adanya wadah dari pemerintah,” ujar Yasin, salah seorang warga.
Hasim mengatakan dirinya senang jika para pemuda melakukan kegiatan positif, termasuk olahraga.
“Kalau memang Allah memberikan amanah kepada saya, maka saya akan menghidupkan olahraga yang ada di Bah Jambi. Tidak hanya di Bah Jambi, tapi di Kabupaten Simalungun. Saya dan Bang TPS sudah sepakat kita akan memfasilitasi olahraga yang ada di Kabupaten Simalungun. Apalagi ada yang berprestasi, tentunya kita akan biayai dan dukung,” tegasnya.
Menurut Hasim, jika masyarakat dan kepala daerah sudah sejalan dan bersinergi, maka Kabupaten Simalungun yang Maju, Rukun, dan Sejahtera akan tercapai.
“Jadi tidak ada kata sulit untuk membangun Kabupaten Simalungun kalau masyarakat dan pemerintah bersinergi. Kalau Allah memberikan amanah, saya akan membuka jaringan komunikasi dengan masyarakat,” sebut Hasim.
Seorang warga menambahkan, sudah saatnya putra Simalungun bawah menjadi bupati. Sebab sudah sangat lama wilayah Simalungun bawah seperti anak tiri.
“Bang Hasim dan TPS putra Simalungun bawah. Jadi sudah sepantasnya keduanya didukung agar wilayah Simalungun bawah tak lagi menjadi anak tiri,” tukasnya. (*)




Discussion about this post