Saat didatangi ke rumah namboru tempatnya tinggal selama ini, hal mengejutkan yang didapati dua orang guru tersebut.
Mereka melihat korban dalam keadaan sekitar mata biru dan ditutupi koyo tempel di sekitar bawah mata.
Ketika ditanya kenapa matanya, sempat berusaha menutupi perbuatan namborunya.
WMP menjawab karena kena pintu pada saatdi gereja, namun kemudian hal tersebut ditanyakan oleh gurunya kepada teman yang satu gereja dengan bocah tersebut.
Namun ternyata temannya tidak ada melihat korban kena pintu semasa di gereja.
Juni Tetty Panjaitan pun sempat berusaha menutup-nutupi kejadian sebenarnya ketika ditanyakan perihal koyo yang ditempel di bagian bawah matanya.
Ia menjawab koyo tersebut sengaja ditempel agar tidak gatal, kemudian ketika gurunya Englida Rajagukguk, yang merupakan guru agama korban membuka koyo tempel tersebut.
Setelah koyo tempel tersebut dibuka, ternyata di bagian bawah mata bengkak dan memar. Mengetahui WMP belum ada dibawa berobat, gurunya pun membawa ke Puskesmas Sigumpar untuk meminta obat.
Namun setibanya di puskesmas, perawat menyarankan untuk di bawa ke RSUD Porsea karena kondisi yang sudah parah.
Disampailkan Kasat Reskrim, ketika diajukan pertanyaan WMP, ia mengaku bahwa namborunya telah memukul mata bagian kiri menggunakan tangan.Namborunya pun sering mencubit dan memukulnya dengan menggunakan kemoceng. (Vay)




Discussion about this post