Pekerjaan penanaman kembali pipanisasi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mual Natio di sepanjang jalan Sibolga Tarutung dikeluhkan sopir dan warga Adiankoting.
Dampak kegiatan penanaman pipa itu menurut warga penyebab kemacetan berulang ditenggarai tanpa adanya rambu dan petugas pengatur lalu lintas kenderaan.
“Pekerjaan kelihatan asal jadi, dikerjakan tanpa petugas lalu lintas itu penyebab kemacetan”, ungkap warga marga Hutabarat.
Pantauan NewsCorner.id, pekerjaan bongkar pasang dan penanaman pipa kembali dengan kedalaman berkisar 1 meter tanpa identitas proyek.
Disebut salah seorang pekerja, penanaman pipa itu dibiayai APBN dikerjakan guna pelebaran jalan nasional jurusan Sibolga -Tarutung.
Sebelumnya dilansir dari pemberitaan Sumut.antaranews.com bahwa PDAM Mual Natio Tapanuli Utara mengimbau pelanggannya di wilayah Tarutung-Adiankoting sekitarnya agar mempersiapkan diri dalam menghadapi gangguan pendistribusian air akibat pengerjaan pelebaran jalan Tarutung-Sibolga.
“Pelebaran jalan nasional Tarutung-Sibolga dan pemindahan jaringan pipa transmisi oleh balai wilayah sungai Sumatera II mengakibatkan pendistribusian air ke pelanggan terganggu,” ungkap Direktur utama Pdam Mual Natio Lamtagon Manalu.
Perihal tersebut, kata dia, akan menyebabkan gangguan pendistribusian hingga menyebabkan aliran air bersih mati total selama 8 jam per hari pada siang harinya.
“Gangguan pendistribusian air ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Desember 2018,” sebutnya. (Jumpa P Manullang)




Discussion about this post