Hal tersebut terungkap dalam pendapat akhir partai Nasdem Kabupaten Tapanuli Utara yang disampaikan pada rapat Paripurna DPRD Kabuaten Tapanuli Utara 16 Mei 2019.
Partai Nasdem menyoroti perbedaan laporan penjualan perusda industri dan pertambangan dengan nilai kontrak kepada satu perusahaan. Akibatnya Partai Nasdem mengusulkan dibentuk Pansus(Panitia Khusus) untuk meneliti dan membahas keberadaan perusahaan daerah tersebut.
Menanggapi sorotan tersebut, dalam diskusi ringan di ruang kerjanya selasa(21/5/2019) Sahat sitompul MT direktur utama Perusda industri dan pertambangan menjelaskan kepada Rahlan Sanrico Tobing dari LP3D serta Bahari Simanjuntak salah satu pemerhati Tapanuli Utara
Dijelaskan, adanya perbedaan tersebut disebabkan volume kontak Perusda dengan PT.BRP perusahaan pelaksana preservasi jalan Sibolga–Tarutung ja sekitar 100.000M3 batu bulat yang dijual dengan harga Rp.70.000/M3.
Akan tetapi belum habis kontrak atau masih sekitar 40% volume kontrak, pihak PT BRP sudah memutus kontrak dengan perusda Industri dan pertambangan.
Sehingga ada perbedaan antara laporan penjualan dengan volume kontrak lanjut Sahat Sitompul.
Sedangkan belum stabilnya kondisi pendapatan perusda ini menurut Sahat disebabkan peralatan yang digunakan seperti alat berat(exacavator) masih menyewa dengan nilai sewa Rp.250.000/jam
Belum lagi mobil pengangkut material batu yang belum memadai, juga lokasi penambangan yang masih perlu pembenahan.
Dalam diskusi ringan itu, Rahlan sanrico dan Bahari simanjuntak menyarankan agar perusda industri pertambangan perlu adanya pengembangan usaha.
Dikatakan,perusda harus berani membuat terobosan baru dalam membuka unit usaha baru seperti pembukaan AMP(Aspas Mixer Produksi)
Mengingat pembangunan jalan umum kabupaten maupun jalan nasional diprioritaskan mengarah kepemakaian Hotmix.
Disamping unit unit usaha baru.
Belum lagi pembangunan lokasi danau Toba yang akan dicanangkan menjadi destinasi wisata internasional
Artinya menurut keduanya prioritas akses jalan sudah pasti menggunakan hotmix.
Dan menjadi peluang yang baik bagi Perusda Industri dan Pertambangan Kabupaten Tapanuli Utara.
Menanggapi masukan tersebut Sahat Sitompul yang didampingi humas Perusda indutri dan perdagangan Jahormat Lumban Gaol mengatakan akan mengusulkan masukan tersebut ke Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.
Juga akan melakukan presentasi dengan DPRD Kabupate. Tapanuli Utara agar Perusda diberi suntikan modal untuk pembenahan dan pengembangan unit usaha baru perusahaan.
Diakui oleh Sahat, ketika unit usaha yang dikelola oleh perusda hanya sebatas penggilingan batu tanpa ada pengembangan unit usaha baru kemungkinan perusahaan akan gulung tikar.
Dan untuk itu perusda industri dan pertambangan perlu suntikan modal dari pemerintah Kab.Tapanuli Utara agar dibentuk unit usaha baru sebut Sahat Sitompul MT.
(Maju Simanungkalit




Discussion about this post