Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polres Pematangsiantar melalui jajaran Polsek Siantar Selatan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan terhadap proses penjualan hasil panen jagung milik petani binaan ke Perum Bulog Cabang Pematangsiantar, Sabtu (13/6/2026) sore.
Kegiatan pendampingan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Beringin Simpang Gang Dame, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Siantar Selatan IPTU Suhaira Marbun SH diwakili Ps. Kanit Binmas AIPTU Panogaran Manurung bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Nauli AIPTU Herry S. Tarigan SH dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karo AIPTU Eko JH Silalahi SH turut mendampingi proses penjualan hasil panen milik petani binaan, Boru Tobing, kepada pihak Bulog.
Proses pemeriksaan kualitas hasil panen dilakukan oleh perwakilan Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Sabili Ahmad, yang memastikan jagung memenuhi standar yang ditetapkan sebelum diterima.
Kapolsek Siantar Selatan IPTU Suhaira Marbun menjelaskan, hasil panen jagung yang berhasil dijual mencapai 951 kilogram dengan kadar air 17 persen. Jagung tersebut diterima Bulog dengan harga Rp5.500 per kilogram.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu sektor strategis pertanian.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Selatan, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta memberikan pendampingan kepada petani agar hasil panennya dapat terserap dengan baik,” ujar IPTU Suhaira Marbun.
Selain mendukung sektor pertanian, kehadiran personel kepolisian dalam proses penjualan hasil panen juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari petani karena memberikan rasa aman dan kepastian dalam proses pemasaran hasil panen. Kehadiran Polri diharapkan mampu mendorong semangat para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui sinergi antara petani, Bulog, dan kepolisian, program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan nasional.



