Pembangunan septic tank yang berada di Jalan Vihara, tepatnya di Kompleks RSUD Djasamen Saragih, Kelurahan Simalungun, Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar diduga bermasalah.
Di mana sebelumnya proyek tersebut seharusnya dibangun di sekitaran Jalan Pematang, namun tidak mendapatkan restu dari masyarakat sebagaimana perencanaan pembangunan.
Saat awak media mendatangi lokasi proyek di Kompleks RSUD Djasamen Saragih, terlihat proyek septic tank yang dibangun di pinggir Sungai Bah Bolon ini memiliki ukuran sekitar 4X8 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.
Terlihat 5 orang pekerja masih memasang kerangka besi cor untuk pembangunan tersebut. Salah seorang pekerja mengaku bahwa mereka tidak mengetahui berapa pagu anggaran pembangunan septic tank itu.
“Kami cuma disuruh kerja saja, kalau dananya yang tau bosnya lah bang,” ucap seorang pekerja yang mengenakan celana jeans pendek ini.
Terpisah, Lurah Simalungun, Minar br Sinaga mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti pekerjaan tersebut karena proyek tersebut sepenuhnya dikerjakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Simalungun.
“Saya kurang tahu pasti, karena proyek itu BKM sepenuhnya yang mengerjakan. Kita hanya memantau supaya pekerjaan itu sesuai,” jelasnya.
Wanita kelahiran Kabupaten Serdang Bedagai itu mengaku, sebelumnya pembangunan septic tank dibangun di sekitaran Jalan Pematang. Sampai ada pembangunan, tidak ada permasalahan yang timbul hingga akhirnya saat dipasang plank proyek masyarakat sekitar lokasi pembangunan menolak.
“Setelah plank dipasang baru ada permasalahan, sementara saat itu katanya sudah ada pembangunan dan pembangunan sudah mencapai ratusan juta,” jelasnya lagi.
Ditambahkannya, pembangunan itu kemudian hancur akibat diterjang banjir. Tetapi ia sendiri tidak pernah memantau perkembangan pembangunan itu. “Karena muncul permasalahan makanya diganti ketua BKM-nya. Kalau sudah berapa persen pembangunannya saya kurang tau karena saya belum ke sana,” ucap wanita berambut pendek ini.
Wanita yang sudah menjabat sebagai lurah di Kelurahan Simalungun selama 6 tahun ini menjelaskan bahwa total pagu anggaran pembangunan septic tank tersebut sebesar Rp 425 juta.
“Kalau tidak salah Rp425 juta. Jadi setelah pembangunan di Pematang gagal, sisa anggaran dibangun di Kompleks RSUD itu,” jelasnya lagi.
Sementara itu, Ketua BKM Kelurahan Simalungun, Mewan Damanik yang dihubungi melalui selularnya tidak ada memberikan tanggapan. Bahkan pesan singkat yang dikirim melalui Whatsapp tidak dibalasnya. (Sawal)


Discussion about this post