Sylvia Kartika Putri (16), pelajar SMA Swasta Kartika 1-4 Pematang Siantar berhasil lolos dalam seleksi menjadi duta Sumatera Utara sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Jakarta tahun 2019.
Gadis Kelahiran 19 Agustus 2003 yang merupakan putri sulung dari Serda Karsiman, Anggota TNI AD di Korem 022/ Pantai Timur dinyatakan lolos setelah mengikuti seleksi pada 24-26 April 2019 lalu di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Jalan Pancing, Medan.
Ia baru ikut bergabung dengan Paskibra Kota Pematangsiantar 2019 pada bulan Maret lalu.
“Awalnya di sekolah diumumkan, siapa yang berminat untuk ikut seleksi Paskibra. Itu bulan Februari, terus setelah diseleksi akhirnya masuk ke Paskibra Kota,” kisahnya.
Selanjutnya setelah bergabung dalam Paskibra Kota Pematangsiantar, pada April 2019 lalu ia pun diutus bersama 3 orang temannya yang lain untuk ikut seleksi di Tingkat Provinsi. Saat itu ada sebanyak 136 orang peserta yang ikut. Di mana masing-masing Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Utara mengirimkan 4 orang utusan.

Setelah mengikuti tahapan demi tahapan seleksi pada 24-26 April 2019, akhirnya Sylvia dinyatakan lolos dan akan mewakili Sumatera Utara. Sementara itu untuk putra, Robin Laurensius Sitanggang pelajar asal SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bergabung sebagai anggota Paskibra Kota Pematangsiantar, Sylvia mengaku mendapat bimbingan dan pelatihan dari para pelatih yang merupakan Purna Paskibra Kota Pematangsiantar.
Selain Ketua Purna Paskibra Kota Pematangsiantar Dimas Hari yang saat ini bertugas sebagai anggota TNI AD di Batalyon 122/ Tombak Sakti, ada juga Polman Rumahorbo yang saat ini bertugas sebagai Anggota Polri di Polres Pematangsiantar.
Di bawah bimbingan para seniornya itu, Sylvia pun mengaku ingin melakukan yang terbaik.
Sylvia juga aktif sebagai atlet volly putri Kota Pematangsiantar dan bergabung di bawah naungan PBVSI Siantar. Keaktifannya di bidang olahraga voly telah ia geluti sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di SMPN 6 Kisaran. Gadis yang hobby olahraga dan membaca ini pun bercita-cita ingin menjadi Polwan kelak.
Kedua orangtuanya Sylvia, Serda Karsiman dan Tuty Chairani mengaku sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih putri sulungnya. Keduanya sama sekali tidak menyangka Sylvia bisa melaju sejauh itu.
Sebab, sejak Sylvia mengikuti seleksi Paskibra tingkat sekolah, keduanya memang tidak berharap banyak.
“Waktu itu, kita juga ingatkan Sylvia agar tidak berharap terlalu tinggi. Sebab kalau tidak berhasil, sangat sakit,” kata Tuty.
“Ya, kita biarkan dia mengikuti seleksi. Kita hanya mendukung dan berdoa. Serta memintanya tetap berusaha dan terus berdoa,” tambah Karsiman.
Ketika Sylvia lulus seleksi tingkat sekolah, lanjut Tuty, dirinya masih biasa saja. Tetap tidak ada bayangan Sylvia akan melaju lebih jauh. Padahal, kala itu Sylvia menjadi salah satu perwakilan sekolahnya untuk mengikuti seleksi tingkat Kota Pematangsiantar.
Barulah, ketika Sylvia dan empat temannya lulus seleksi tingkat Kota Pematangsiantar, kedua orangtuanya mulai deg-degan. Sebab, Sylvia harus mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Yang terpilih, akan menjadi wakil Provinsi Sumut untuk menjadi anggota Paskibraka Nasional.
Nah, saat mengikuti seleksi tingkat Sumut selama empat hari di Medan, ternyata Sylvia dan peserta lainnya benar-benar harus fokus. Mereka sama sekali tidak diizinkan berkomunikasi dengan pihak luar, termasuk orangtuanya.
“Waduh, saya panik saat itu. Bolak balik saya hubungi handphone-nya nggak aktif. Tapi mamanya minta saya tenang dan sabar. Ya, namanya anak perempuan, tentu ada kekhawatiran,” beber Karsiman.
Begitu Sylvia bisa dihubungi, langsung kedua orangtuanya diberitahu bahwa ia lulus seleksi.
“Ya, kami sangat bersyukur. Kami bangga anak kami bisa mewakili Provinsi Sumut, khususnya Kota Pematangsiantar ke tingkat nasional,” sebut Karsiman.
Jarang Sakit
Diakui Tuty, sejak kecil Sylvia termasuk memiliki fisik yang kuat. Dia jarang sakit.
“Padahal saat dia berlatih bola voli, latihannya termasuk berat. Tidak bisa passing, pasti dihukum jungkir balik. Tapi anaknya enjoy saja. Jadi saat dia ikut seleksi Paskibra, ya biasa saja,” kata Tuty, seraya menambahkan meski Sylvia sibuk dengan kegiatannya, namun prestasi akademiknya tidak pernah memalukan.
“Saya selalu ingatkan, pelajaran tidak boleh diabaikan,” tambah Tuty.
Ke depan, baik Karsiman maupun Tuty berharap Sylvia bisa terus mengukir prestasi dan bisa meraih cita-citanya.
“Kalau dia berhasil, tentunya bisa menjadi panutan bagi kedua adiknya,” tukas Tuty, diaminkan Karsiman.



Discussion about this post