Rapat Kerja Wilayah Panitia Spiritualitas Danau Toba -Gunung Sinabung beserta kordinator wilayah dan pimpinan-pimpinan Gereja mulai bergulir di wilayah Pematangsiantar-Simalungun (11/03).
Rapat pertama ini dihadiri beberapa pimpinan jemaat gereja dan praeses yang ada di kota Pematangsiantar Simalungun, hadir juga Ephorus GKPS Pdt. Rumanja Purba dan Sekjend.
Pada rapat pertama yang diadakan di Convention Hall Siantar Hotel di dukung penuh Pemerintah kabupaten Simalungun yang merupakan salasatu bentuk keseriusan Pemkab Simalungun melestarikan Danau Toba serta di hadiri langsung Sekda Simalungun Gideon Purba.
Pada rapat ini, banyak membahas teknis-teknis kegiatan, tata ibadah yang nantinya akan dibawakan, serta kordinasi kordinasi lainnya yang berhubungan untuk melancarkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.
Pendeta Saut Sirait, M.T.h ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa Spiritualitas Bagi Danau Toba adalah agenda yang bertemakan “Membangun Danau Dan Memulihkan Kawasan Danau Toba – Gunung Sinabung Berbasis Spiritualitas” .
Kegiatan ini digagas Gereja-Gereja yang ada di Sumatera utara dan ditandatangani untuk membentuk panitia bersama oleh Pimpinan Sinode Gereja dan Lembaga Gereja, tercatat hingga saat ini sudah ada dua belas Sinode Gereja dan dua lembaga gereja yang menyepakati untuk memulihkan kembali Danau Toba dan Gunung Sinabung berbasis Spiritual, seperti Gereja HKBP, GBKP, GKPA, GKPS, GKPD BNKP, ONKP, METODIS, GKPI.GPP,AMIN,HKI, dan lembaga Gereja CCA, UEM.
lebih lanjut Pendeta menjelaskan melalui dua agenda besar dari tema kegiatan ini yaitu “Ibadah Raya” yang dipusatkan di tuju kawasan danau toba dan gunung sinabung kemudian juga akan ada “Toba Religious Harmony Forum” akan lahir kesadaran rohani mengenai hakikat danau toba sebagai ciptaan Tuhan bagi bangso batak dan dunia.




Discussion about this post