Mahasiswa Universitas Simalungun bersama beberapa mahasiswa Siantar, Amik Multicom,dan Aliansi Pemuda Siantar buktikan Demontrasi menentang Omnibuslaw (Ciptaker) tidak dengan aksi anarki, mereka menyuarakan penolakannya melalui lagu dan puisi.
Unjuk rasa yang dikemas dalam panggung musik berjalan, bertema “Gagalkan Omnibuslaw (Ciptaker)’ ini digelar keliling sekitaran pusat kota siantar dan stay di tempat sasaran aksi tepat di depan gedung DPRD kota Siantar,Personil-Personil Polisi tampak berjaga dengan ketat di depan gerbang gedung DPRD. Lagu-Lagu menentang ketidakadilan pun bergema di depan Gedung Wakil rakyat, Lantunan Puisi-Puisi suara rakyat mengisi suasana siang itu, tulisan-tulisan tidak percaya omnibuslaw di angkat setinggi-tinggi nya.
Kordinator aksi Dovasep Hutahean mengatakan , Aksi tolak omnibuslaw kali ini disuarakan dengan nuansa damai,yang dikemas dengan seni musik dan puisi, dengan tegas menolak omnibuslaw yang jelas merugikan Buruh.
“Aksi ini damai, dikemas dengan musik,puisi dan tetap ada pernyataan sikap yang dibagikan dalam aksi ini ,kita tidak akan berhenti menyuarakan, jegal sampai gagal omnibuslaw,” tukasnya
Rektor Universitas Simalungun Dr.Corry Purba MSi mengapresiasi mahasiswa yang berdemokrasi dengan Seni, damai tanpa anarki dan menghimbau untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi C19.
” Iya saya apresiasi aksi damai dan tertib yg dilaksanakan mahasiswa dengan musik dan seni , tanpa anarkisme sebagai wujud berdemokrasi yang baik . Tetapi kita Harus kuasai dan memahami apa isi materi UU Cipta Kerja itu . Sehingga kita dapat memberikan informasi kepada masyarakat awam. dengan tetap menjaga kesehatan ditengah Pandemi Covid 19 saat ini” tuturnya.




Discussion about this post