
Kemudian setelah semua tetangga korban berkumpul di halaman rumah, kemudian salah satu dari mereka menelpon kepala desa Robert Sinaga. Namun Kades Tambun Sukkean saat itu masih rapat, lalu tak berselang lama Leo Sinaga, salah seorang perangkat desa lewat. Warga kemudian memanggilnya dan memberitahukan agar ikut menyaksikan dan melihat situasi ke rumah James.
Kemudian Darwis Simanjuntak, salah seorang warga melihat lewat jendela depan. Namun kondisi di dalam rumah tidak bisa terlihat dan terkunci, ia pun pergi ke arah jendela dapur sebelah kiri dan ternyata bisa dibuka. Kemudian setelah terbuka, saksi melihat dari arah luar jendela, James sudah dalam keadaan tergeletak tanpa busana. Hal tersebut pun selanjutnya disampaikannya kepada warga.
Kemudian Kades Tambun Sukkean, Robert Sinaga hadir di lokasi. Selanjutnya salahs seorang warga yang dituakan Masbun Sinaga bersama Kades pergi ke arah dapur untuk melihat situasi.
Setelah Masbun masuk dari jendela yang sebelumnya sudah dibuka Darwis, ia lalu membuka pintu dapur. Kades Tambun Sukkean pun masuk sampai pintu dapur dan melihat James sudah tergeletak. Mereka keluar dan selanjutnya dari arah lain datang ibu Rosalina Gultom yang tinggalnya sekitar 200 Meter dari rumah tersebut.
Kepada wanita itu kemudian Kades menanyakan keberadaan anaknya yang bernama Rosalina Gultom. Namun ia mengaku tidak mengetahui dan korban tidak ada di rumahnya.
Sebagian warga dan Kades kembali masuk ke rumah panggung tersebut lalu naik ke atas untuk melihat. Ternyata di dalam salah satu kamar Rosalina Samosir dan dua anaknya sudah meninggal dengan berlumuran darah. Posisinya di dalam kamar di atas tempat tidur, kemudian ibu korban sempat terduduk dan menangis di dekat putrinya.




Discussion about this post