Selanjutnya Kades membawa ibu Rosalina untuk keluar dari dalam rumah, hal itu pun selanjutnya disampaikan Camat Onan Runggu lalu melaporkannya ke Polsek Onan Runggu.
Poilsi pun datang ke lokasi dan melakukan olah TKP serta penyelidikan. James ditemukan tewas dengan luka sayatan pada lengan kirinya, sedangkan di dahinya terdapat dua bekas luka. Istrinya, Rosalina meninggal dengan luka sobek pada kepala sebelah kiri, mulut mengeluarkan buih. Pada wajahnya terdapat cairan berwarna hijau.
Dimana ia diketahui tengah hamil, dan informasi yang diperoleh kepolisian dari tetangga bahwa ia bisu /tuna wicara.
Raulina meninggal dengan mata kiri mengalami luka lebam
, lidah keluar dan tergigit, dari mulut dan hidungnya mengeluarkan cairan warna bening.
Sementara itu Fransiskus meninggal dengan luka pada kening sebelah kiri serta dari hidungnya keluar cairan warna bening.
Dari TKP polisi menemukan sejumlah barang, yakni kayu berbentuk bulat dengan ukuran sekira 1 meter dengan diameter 20cm yang berlumuran darah terdapat di atas tubuh Fransiskus. Cairan pestisida merk Gramoxone didapati di samping kayu-kayu berbentuk bulat. Parang bergagang kayu yang berlumuran darah sudah dalam keadaan tersarung tergantung di dapur dekat James ditemukan.
Ada terdapat ceceran darah di lantai kayu ruang tengah menuju dapur dan setumpuk kotoran manusia. dan fakta lainnya. Selanjutnya Polisi memasangi police line di TKP dan membawa korban untuk dilakukan autopsi ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk mengetahui penyebab kematian korban.(Vay)




Discussion about this post