Namun ia tidak mengetahui namanya dan yang mengantarkan sabu kepadanya adalah seorang laki-laki berinisial HS dengan modus bertamu.
Kejadian tersebut pun menjadi tanda tanya besar bagi warga dan sejumlah kalangan.
Bagaimana sabu tersebut masuk ke dalam Lapas dan bisnis itu berjalan selama ini. Tak sedikit yang meduga kuat tentang adanya keterlibatan oknum petugas dalam bisnis ilegal tersebut. Bahkan muncul dugaan Kalapas menerima setoran.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pematang Siantar, Menanti Sukardi Sianturi yang dikonfirmasi Newscorner.id pun dengan tegas menepis tudingan dan dugaan tersebut.
Ia pun mengharapkan kepolisian dapat mengungkap bagaimana sabu tersebut sampai ke dalam Lapas, termasuk jika ada oknum petugas yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika ini.
Disampaikan Menanti Sukardi Sianturi, ia tak akan pernah membiarkan peredaran narkoba di Lapas dan tidak akan menerima setoran dari bandar atas peredaran narkoba.
“Ada penambahan 51 calon pegawai baru yang saya libatkan melakukan razia, kan masih murni nih. Digeledah dapat hp lima, alat hisap dan sabu. Saya bilang ini gak bisa kita diamkan, kita serahkan sama polisi, dengan maksud siapa sebenarnya yang memasukkan ini. Kalau kita yang nanya dan gebukin kan jadi masalah, kekerasan kan. Mau siapa pun terlibat, amau pegawai pun akan saya usulkan pecat,” Jelas Kalapas.
Lebih lanjut ia menyampaikan komitmennya dengan KPLP untuk memberantas peredaran narkoba di lapas.
“Saya tidak akan pernah terima setoran, bandar-bandar saya pindahkan,” tegas Kalapas.
Kasat Narkoba menyampaikan, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan, penyelidikan serta interogasi terhadap ketiga tersangka guna mengungkap jaringan narkoba yang kerap terjadi di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.
Jika penyidikan telah rampung terhadap ketiga tersangka dan selanjutnya tersangka dan saksi lainnya akan diserahkan kembali ke lapas klas IIA Pematangsiantar.(Vay)

Discussion about this post