Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda RAGAM LIFESTYLE
Satahi Comunity Kembaikan Pola Dasar Tortor Batak Lewat Festival

Satahi Comunity Kembaikan Pola Dasar Tortor Batak Lewat Festival

Editor: NEWSCORNER.ID
4 April 2019 | 14:05 WIB
in LIFESTYLE
0
Iklan
33
SHARES
15
VIEWS

Alunan perangkat musik tradisional Batak ‘Gondang Sabangunan’ serta suara musik tiup ‘sarune’ terdengar sayup-sayup, di Open Stage, Pagoda, Parapat, Kamis (3/4/2019). Hantarkan oa peserta Festival Tortor Batak Toba ke Sang Khalik ‘Mula Jadi Na Bolon’.

Perlombaan pada hari ke-2 festival tersebut diikuti beberapa kelompok tortor dari sejumlah wilayah di Kawasan Danau Toba.

Ketua Panitia Festival, Lamhot Manurung mengatakan tujuan diadakan fetival itu tidak lain mengajak generasi Batak mencari jalan pulang dari ketersesatan yang semakin menjauhi budayanya.

Di samping itu, ‘Sahuta Satahi Comunity prihatin dengan sepinya kunjungan wisatawan ke Parapat, sehingga kegiatan itu sekaligus diharapkan menjadi daya tarik yang ditawarkan.

“Ada pun even kami laksanakan meningkatkan pariwisata, juga untuk melestarikan budya Indonesia khususnya Budaya Batak”,kata Lamhot.

Panitia mengemas festival tortor dengan apik. Sedangkan peserta berlomba-lomba menampilkan keoriginalan tortor yang mereka bawakan.

Demikian juga ulos yang dipakai peserta, semakin menggambarkan bagaimana semestinya kain ulos dipergunakan.

Sisi lain keunikan dari kegiatan itu, ada digelar acara makan satu tampa nasi berbagi dua dan duduk di lantai. Hal itu sudah jarang ditemui, sebagaimana kebiasaan dan syimbol kegbersamaan serta kegotongroyongan warisan leluhur Batak.

Sementara itu, panitia penyelenggara lainnya Sanur Sinaga sebelumnya menjelaskan, Kata Sanur, Komunitas ‘Sahuta Satahi’ merasa bertanggung jawab menggali lebih dalam, hingga mewariskan tortor serta makna sebenarnya kepada generasi muda. Sebagaimana, makna tortor dan gerakannya kini semakin sirna meski setiap saat bisa ditemui ada perhelatan-perhelatan adat.

Karenanya, Komunitas Sahuta Satahi menggelar Totor Festival Tortor Batak Toba se-Kawasan Danau Toba. 22 sanggar seni ikut bertanding, dan semi final diadakan pada hari kedua, Kamis (3/4) 2019 hari ini.

Festival tersebut pada malamnya menghadirkan Alex Rudiart Hutajulu, artis ibukota putra asli kebanggaan Warga Parapat. Lalu, D’Bambo, Tongam Sirait, Gorga Band dan band lokal lainnya.

Sanur yang sejak lama meneliti tentang tortor ini mengakui, bahwa tortor saat ini bukan saja kehilangan makna pada generasi muda. Termasuk kalangan orang tua, ada juga yang malah keliru dan tak lagi dapat memaknai apa yang ditortorkan dalam perhelatan adat yang semestinya bernilai.

Bahkan, menurut Sanur pemakaian ulos, baik sampai ke sesi manortor banyak yang tidak sesuai. Pemakaian ulos tidak lagi dipergnakan sebagaimana mestinya fungsi ulos itu sendiri.

Apalagi, kaum lelaki pun terkadang memakai ulos yang semestinya dipakai perempuan seperti halnya “ulos sadum” malah dipakai kaum lelaki. Kemudian ulos yang kadang dipakai terbalik, padahal semua memiliki arti.

“Penampilan busana yang dipergunakan adalah sebagaimana mestinya harsus sesuai fungsi ulos itu sendiri. Apa yang tepat dipakai perempuan dan apa yang tepat dipakai laki-laki yang harus dipakai. Jangan laki-laki memakai ulos perempuan atau sebaliknya,” ujar Sanur Alumni S-2 yang menyelesaikan Tesis pengkajian seni tersebut.

Dengan adanya festival tortor, dia berharap agar kaum muda Batak tetap menjadi “Batak yang ‘kemarin’ dan hadir pada era saat ini”.

Juga terhindar dari pengaruh asing yang lama-lama menggerus tortor Batak yang sebagaimana mestinya.

Apalagi, banyak pegiat saat ini yang malah membuat keliru dengan mengatasnamakan kreasi, namun tanpa memikirkan nilai-nilai estetika pada tortor itu sendiri.

“Supaya terhindar dari pengaruh asing. Pola dasar gera tortor yang kita jelaskan. Penari kreasi bukan tortor leluhur. Lalu, kenapa harus beda-beda lagi, jadi kita mau mengambil jalan yang benar,” sebut Putri asli Pulau Samosir, tepatnya Desa Urat tersebut.

Sesuai penelitian yang dilakukan Sanur, saat ini gerakan tortor Batak Toba malah ada yang terpengaruh dari yang lain. Soalnya, Batak Toba memang dekat dengan Melayu, Simalungun dan lainnnya.

Padahal, tortor tersbut esperti contoh kecilnya semestinya sama seperti pemaknaan dalam bahasa dan praktiknya “Appe di Abara” artinya kedua tangan harus berada di atas kedua sisi pundak. Bila tidak sesuai, tentu pemaknaanya pun sudah tidak benar.

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Terlapor Dugaan Penyebar Video Pornografi di Sergai, Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi 

2 Juli 2026 | 12:32 WIB
NEWS

Bobby Bongkar Kelalaian Biro Kesra Abu Kosim, Pemprov Terpaksa Sewa Extra Flight

1 Juli 2026 | 18:20 WIB
NEWS

Budaya K3 Jadi Prioritas, Pelindo Regional 1 Gelar Pelatihan Safety Awareness

1 Juli 2026 | 17:06 WIB
NEWS

Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Sumut Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden

1 Juli 2026 | 13:30 WIB
NEWS

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Salurkan Bantuan Beras untuk Penggali Kubur, Bilal Mayit hingga Tukang Becak

1 Juli 2026 | 13:27 WIB
NEWS

RSUD Tarutung Laksanakan Rapat Hasil Telusur Dokumen Akreditasi

30 Juni 2026 | 17:11 WIB
NEWS

Razia Narkoba di Kafe Kita Patumbak Berakhir Ricuh, Empat Orang Ditahan Diduga Provokasi dan Rusak Mobil Dinas

30 Juni 2026 | 15:46 WIB
NEWS

Jono Silalahi Nahkodai IPK Pematangsiantar, Fokus Restrukturisasi dan Pembenahan Organisasi

30 Juni 2026 | 14:25 WIB
MEDAN CORNER

Kapolrestabes Medan Cup Road to Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Lahirkan Atlet Esports Berprestasi

29 Juni 2026 | 17:02 WIB
NEWS

GEMES 2026 Kembali Disorot, Hamburkan Uang Rakyat Rp2,5 Miliar dan Minim Inovasi

28 Juni 2026 | 12:14 WIB
MEDAN CORNER

Polrestabes Medan Hadirkan Panggung bagi Musisi Jalanan di Hari Bhayangkara ke-80

27 Juni 2026 | 19:03 WIB
NEWS

Xtracare PLN UP3 Pematangsiantar Kembali Hadirkan Kepedulian, Salurkan 15 Paket Sembako kepada Masyarakat

27 Juni 2026 | 16:52 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport