Anggoris pun kemudian berinisiatif untuk membawa korban ke Puskesmas Sigumpar.
Selanjutnya, petugas puskesmas merujuk agar anak tersebut dibawa ke RSUD Porsea.
“Setelah melihat kondisinya, saya inisiatif membawa dia ke Rumah Sakit,” ujar Anggoris kepada wartawan.
Selanjutnya pihak sekolah pun menghubungi Polres Tobasa dan melaporkan kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tobasa Nelson Sipahutar yang mendapat laporan tersebut, langsung datang ke RSUD Porsea meninjau laporan yang diterimanya.
Bersama Kanit PPA, Lidya Gultom melakukan pemeriksaan terhadap kondisi anak itu.
Dari pengakuan sementara korban kepada polisi, penganiayaan dilakukan Namborunya dengan tangan kosong.
WMP baru saja sebulan bersekolah di SD Negeri Sigumpar, sebelumnya tinggal di Kabupaten Batubara bersama ayahnya, sementara ibunya sudah meninggal.




Discussion about this post