Jembatan di Sungai Alonga merupakan akses utama yang menghubungkan Dusun IV Desa Afulu dengan Dusun VI Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara butuh perbaikan segera dari pemerintah.
Daerah ini termasuk daerah tertinggal dan tersolir, hingga hari ini tak tersentuh pembangunan baik dari dana Desa maupun dari APBD Nas Utara.
Jembatan darurat yang dibangun oleh warga setempat secara swadaya pada tahun 2017 itu kini telah rusak dan tidak dapat dilewati oleh masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat disana A.N. Dali’ia Zega, alias (Ama Seni) kepada wartawan menuturkan kondisai jalan dan jembatan itu sebenarnya sudah sering disampaikan baik melalui musyawarah desa maupun melalui pemerintah tingkat Kecamatan Afulu.
“Sampai saat ini, tidak pernah di tanggapi.Kami sangat mengharapkan kepada pemerintahan Nias Utara agar jembatan ini segera dibangun dan di perbaiki. Karena anak-anak sekolah setiap hari melewati sungai tersebut. Dan kami khawatirkan saat musim hujan dapat mengakibatkan banjir dan tentu para siswa yang masih duduk di bangku SD tidak dapat menyelamatkan dirinya sehingga dapat menimbulkan korban jiwa,” sebutnya.
Ditambahnya, ada tiga jembatan yang urgen untuk diperbaiki. Di mana jembatan yang sebelumnya dibangun swadaya sudah tak lagi dapat digunakan.
“Ada tiga yang setiap harinya di lalui oleh warga dan para siswa setiap hari, yang satu ukuran sepanjang 20 meter, dan ada dua lagi jembatan dengan ukuran panjang 16 meter. Pada tahun 2017 kami melakukan gotong royong dan mengeluar biaya secara partisipasi warga namun hasilnya ketahananya hanya sebatas 2 tahun,”tambahnya
Kepala Sekolah SDN,077281 Laraga Loloanaa, Sokhinso Gea, kepada Newscorner.id menyampaikan setiap harinya mereka bersama guru-guru membantu siswa menyeberangi sungai.
“Kami tidak pernah lelah untuk melaksanakan tugas kami sebagai guru, walaupun setiap hari berjalan melewati gunung, lumpur bahkan sungai.Demi anak dan generasi penerus kami tetap optimis dalam menghadapinya, sekalipun sekolah ini tidak termasuk dalam kategori daerah khusus,”sebutnya.
Ia pun menyapaikan permohonan kepada pemerintah di wilayah Kabupaten Nias Utara, DPRD yang menjadi wakil rakyat, agar memberi perhatian dan jalan serta jembatan tersebut dapat secepatnya diperbaiki dan dibangun.
“Kini jembatan darurat yang kami buat bersama dengan warga pada tahun 2017 yang lalu telah putus ambruk ke bawah maka setiap hari kami selalu menemani siswa di pagi hari dan siang hari untuk menyebrangi. Bukan hanya itu masih ada dua lagi jembatan darurat yang kami buat akan mengalami hal yang sama dengan kata lain tidak layak lagi untuk dilewati karena kayu dan papannya sudah lapuk, sehingga kita tetap turun ke dasar sungai untuk melewatinya,”Jelasnya.
Ia pun berharap desa nya segera mendapat perhatian dari pemerintah.
“Kami dari pihak sekolah sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah, untuk segera memperhatikan kondisi jembatan dan jalan dari desa lauru Fadoro menuju dusun VI loloanaa. Demi kelancaran perekonomian warga dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya




Discussion about this post