Baca Juga: Roy Beberkan Kronologi Suruh Mertua Buka Celana Dalam
Karena Emi bertahan tinggal di rumah itu, keluarga Roy mengatakan anaknya hanya sanggup menafkahi Emi sebesar Rp1 juta per bulan. Jika Emi berinisiatif memekerjakan asisten rumah tangga mengingat kondisinya yang lemah karena hamil, itu bukan urusan Roy. Sebab Roy masih harus membayar utang-utangnya.
“Kalau nggak sanggup dia bayar pembantu, suruh dia pulang dan bertanggung jawab karena saya masih istrinya,” tukas Emi.
“Kalau gitu, aku dan mertuamu lah yang ngawani, parumaen,” kata mertua Emi.
“Maaf ya, saya berurusan dengan Roy Sartana Napitupulu, bukan dengan kalian! Tunjukkan dia laki-laki bertanggung jawab!” tegas Emi.
“Saya nggak akan keluar dari sini sebelum keputusan cerai! Silahkan suruh Roy gugat cerai saya ke pengadilan!” katanya lagi.
Pertemuan berakhir tanpa solusi. Emi tetap tinggal di rumah itu. Sedangkan orangtuanya kembali ke Pematangsiantar, dan semua tamu meninggalkan tempat tersebut.
Sepanjang malam, Emi merenungkan semua yang telah terjadi. Keesokan harinya, ia memutuskan keluar dari rumah itu.
Baca Juga: Curhat Pernikahan dr Maria Emi Sinaga di Usia Kehamilan 8 Bulan Bikin Nangis
Ditemani orangtuanya, Emi menuju Polsek Panei Tonga. Mereka menemui Kapolsek untuk memberitahu ia keluar dari rumah suaminya.
“Agar jangan ada tuduhan bahwa orangtua saya melarikan istri orang,” sebut Emi, yang tengah menunggu saat melahirkan sesuai prediksi dokter sekitar sebulan lagi.
Sementara itu terkait kasus penganiayaan yang dialaimi Emi sudah dilaporkan pada 17 Oktober di Polsek Panei Tonga.
Menanggapi hal tersebut, Roy menyampaikan sejumlah poin yang daianggap penting baginya,
“kalau benar kaya seperti yang selalu dia bilang samaku, uangku yang 22 juta dalam mobil rush itulah dibayarkan,” ucapnya.



Discussion about this post