“Waktu Roy masuk, dia dikawal dua orang pria, seperti bodyguard-nya,” tambah Emi.
Keluar dari kamar, Roy langsung menuju pintu depan dan keluar. Namun dari luar pintu, dia berteriak ke arah Emi dan keluarganya.
“Hei, kembalikan uangku yang Rp22 juta itu!” teriak Roy.
Emi emosi. Segera, ia menuju pintu samping dan mendekati Roy yang berada di luar rumah.
“Mari kau, Roy! Kau terus maki-maki mamakku,” kata Emi.
Di halaman rumah, ada adik kandung Roy, Charles. Charles yang sepengetahuan Emi selama ini tinggal di Medan, menghampirinya. Lalu, Charles meremas kedua lengan Emi sambil mendorong-dorong tubuh kakak iparnya itu.
“Keluar kau dari rumah itu!” usir Charles kepada Emi.
“Suamiku aja gak berani nyentuh badanku, kok berani kau! Siapa kali kau? Awas kau ya, Charles!” tantang Emi
Mendengar ribut-ribut di luar, ibunya Emi menyusul.
“Hei, tanganmu! Yang mau kau bunuhnya anakku?” teriaknya kepada Emi yang tengah mengniaya putrinya itu.
Charles melepaskan Emi dan berlalu.
“Kau tunggu ya, Charles! Berani kau sentuh badanku. Bunuhlah aku! Sini, bunuh,” tantang Emi lagi.
Saat itu, sambung Emi, Roy sudah tidak kelihatan dan ia tidak mengetahui keberadaannya.
Lalu, Emi dibawa masuk ke rumah. Di dalam rumahnya, Emi meminta ibunya memfoto bagian tubuhnya yang memar-memar akibat perbuatan Charles menggunakan kamera handphone.
Tak lama, bapaknya Roy masuk lagi ke rumah. Ia mengatakan sebaiknya Emi pulang ke rumah orangtuanya.
Sebab tidak ada yang menemaninya jika ia bertahan di rumah tersebut. Namun Emi menolak.



Discussion about this post