Ikut menjadi peserta upacara bendera pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka merupakan keinginan banyak orang. Apalagi menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), itu menjadi impian hampir semua pelajar di seluruh Indonesia.
Tutur kata santun dan sikapnya sopan, begitu kesan pertama yang tertangkap saat pertama bertemu dengan Sylvia Kartika Putri (16), pelajar SMA Swasta Kartika 1-4 Pematang Siantar ini pada Senin (10/6) sore.
Gadis cantik kelahiran Pematangsiantar 19 Agustus 2003 ini lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Jakarta tahun 2019. Lolosnya nama Syliva diumumkan pada 26 April 2019 silam, di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Jalan Pancing, Medan.
Saat berbincang dengan penulis, putri sulung dari tiga bersaudara yang terlahir dari orang tua Serda Karsiman dan ibu Tuty Chairani ini mengaku baru ikut bergabung dengan Paskibra Kota Pematangsiantar 2019 pada bulan Maret lalu.
“Awalnya di sekolah diumumkan, siapa yang berminat untuk ikut seleksi Paskibra. Itu bulan Februari, terus setelah diseleksi akhirnya masuk ke Paskibra Kota,” kisahnya.
Selanjutnya setelah bergabung dalam Paskibra Kota Pematangsiantar, pada April 2019 lalu ia pun diutus bersama 3 orang temannya yang lain untuk ikut seleksi di Tingkat Provinsi. Saat itu ada sebanyak 136 orang peserta yang ikut. Di mana masing-masing Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Utara mengirimkan 4 orang utusan.

Setelah mengikuti tahapan demi tahapan seleksi pada 24-26 April 2019, akhirnya Sylvia dinyatakan lolos dan akan mewakili Sumatera Utara. Sementara itu untuk putra, Robin Laurensius Sitanggang pelajar asal SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bergabung sebagai anggota Paskibra Kota Pematangsiantar, Sylvia mengaku mendapat bimbingan dan pelatihan dari para pelatih yang merupakan Purna Paskibra Kota Pematangsiantar.
Selain Ketua Purna Paskibra Kota Pematangsiantar Dimas Hari yang saat ini bertugas sebagai anggota TNI AD di Batalyon 122/ Tombak Sakti, ada juga Polman Rumahorbo yang saat ini bertugas sebagai Anggota Polri di Polres Pematangsiantar.
Di bawah bimbingan para seniornya itu, Sylvia pun mengaku ingin melakukan yang terbaik.
Ditemui di rumahnya sore itu, Sylvia mengaku bahwa sebelumnya ia aktif sebagai atlet volly putri Kota Pematangsiantar dan bergabung di bawah naungan PBVSI Siantar. Keaktifannya di bidang olahraga voly telah ia geluti sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di SMPN 6 Kisaran.
Gadis yang hobby olahraga dan membaca ini pun bercita-cita ingin menjadi Polwan kelak. Keinginan dan harapan Sylvia ini pun mendapat dukungan dan restu kedua orangtuanya.
Kedua orangtuanya Sylvia, Serda Karsiman dan Tuty Chairani mengaku sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih putri sulungnya. Keduanya sama sekali tidak menyangka Sylvia bisa melaju sejauh itu.
Sebab, sejak Sylvia mengikuti seleksi Paskibra tingkat sekolah, keduanya memang tidak berharap banyak.
“Waktu itu, kita juga ingatkan Sylvia agar tidak berharap terlalu tinggi. Sebab kalau tidak berhasil, sangat sakit,” kata Tuty.
“Ya, kita biarkan dia mengikuti seleksi. Kita hanya mendukung dan berdoa. Serta memintanya tetap berusaha dan terus berdoa,” tambah Karsiman.
Ketika Sylvia lulus seleksi tingkat sekolah, lanjut Tuty, dirinya masih biasa saja. Tetap tidak ada bayangan Sylvia akan melaju lebih jauh. Padahal, kala itu Sylvia menjadi salah satu perwakilan sekolahnya untuk mengikuti seleksi tingkat Kota Pematangsiantar. (Rivay Bakkara)




Discussion about this post