Novy Candra (28) warga Sait Buntu, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, pemilik usah karoseri yang juga gas memasarkan “bus- bus” buatannya terus berinovasi.
Kendaraan penumpang produksinya memang tidak bisa ditumpangi manusia, sebab, deretan armada buatannya adalah miniatur bus dengan perbandingan 1:20.
“Saya sudah memulai memproduksi sejak tahun dua tahun belakangan,” ungkapnya ketika saya temui di rumahnya, Rabu (23/10) siang.
Replika Bus buatan tangan Novy , memang terbilang fenomenal. Sebab, detail kendaraan teramat rinci dan mirip aslinya. Tak heran bila “bus-bus” produksinya jadi koleksi beberapa perusahaan transportasi darat seperti PO INTRA, PO SENTOSA, PO PARADEP, PO SEMPATI STAR dan berbagai perusahaan otobus lainnya di Pulau Sumatera.
“Saya mematok harga sebesar Rp satu juta hingga Rp dua juta setengah untuk satu unitnya,” jelas Novy yang mengaku lulusan hanya bangku STM.
Berawal dari hoby dan belajar secara otodidak Novy membuat miniatur mulai dari bus sampai truck tangki dan minibus, Tingkat kemiripan “bus” buatan Novy memang sangat tinggi, saat diperhatikan dengan seksama dari mulai mesin, lampu, interior, pintu, TV hingga hal paling kecil, yakni wiper semua bisa menyala (hidup) secara otomatis selayaknya bus beneran.
Untuk membuat satu “bus” type double decker, sebelumnya novy harus mendapatkan foto pesanan termasuk detail asesorisnya.
Setelah harga sepakat, ia mulai membuat pola, memotong pola, dan kemudian merangkainya. Bahan yang digunakan adalah akrilik yang penyambungannya menggunakan lem khusus. Setelah terbentuk body-nya, selanjutnya dihaluskan memakai ampelas hingga halus.
Usai debu bekas ampelas dibersihkan, Novy melakukan tahap pendempulan mirip pengerjaan kendaraan asli. Setelah dempul kering, kemudian diampelas lagi agar foxy mampu menempel. Foxy adalah bahan dasar cat agar warna cat tak mudah mengelupas.
“Setelah seluruh body mengering, baru saya cat menggunakan cat duco, atau bisa juga pakai bahan yang khusus tergantung pesanan,” paparnya.
Untuk saat ini saya hanya terbentur masalah pemasaran dan modal karena saya juga ingin mengajak pemuda pemuda di kampung saya agar berkarya bersama untuk menghindari dampak dari pemakaian narkoba jelasnya mengakhiri.(Ridho/Vay)




Discussion about this post