Jerit tangis kerabat dan keluarga memecah ruang tak terlalu lebar di rumah duka, pada Jumat (4/12) sore di Huta II Ujung Bayu, Desa Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun. Jenazah Safira Sahara siswi kelas 1 Sekolah Dasar yang hanyut di sungai tiba di rumah duka.
Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK melalui Kasubbag Humas AKP Lukman Hakim Sembiring, SH mengatakan siang itu korban bersama teman temannya, Yuni (12) dan Anugrah (8) berenang di Sungai Bejangkar tersebut. Tidak lama kemudian tiba- tiba korban diketahui hanyut. Melihat itu kedua temannya itu langsung memberitahukan kepada warga sekitar.
Lukman menambahkan, selanjutnya warga sekitar bersama Bhabinkamtibmas Camat Ujung Padang Bapak M. Fikri Damanik M.si, Kepala Desa (Kades) Riah Naposo Bapak Sampun, Babinsa Koramil 07/PB Serma Temu langsung turun melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Bejangkar tersebut.
Lalu sekitar dua jam kemudian tepatnya sekira pukul 15.00 WIB korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban hanyut tetapi saat itu korban diketahui sudah tewas lalu mengevakuasi jenajah korban ke rumah neneknya.
Sahara dilaporkan hanyut di sungai sekitar pukul 13.30 WIB, selanjutnya Bhabinkamtibmas bersama, Camat Ujung Padang, M.fikri Damanik M.si, dan Kades Riah Naposo, Sampun, Babinsa koramil 07/PB SermaTemu ,dan masyarakat Riah Naposo melaksanakan pencarian.
Jenazah Safira yang ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah neneknya, Mayangsari di Huta II Ujung Bayu, Desa Riah Naposo.
Mendapatkan informasi temuan mayat tersebut, Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas IPDA Fritsel Sitohang bersama personil piket turun melakukan olah TKP.
“Keluarga korban menolak menyerahkan jenajah korban dibawa visum ke rumah sakit, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan tertulis iklas menerima korban tewas karena hanyut saat berenang di Sungai Bejangkar tersebut,”kata AKP Lukman Hakim Sembiring mengkhiri.


Discussion about this post